Sudah Penghujung Tahun, DPRD Pekanbaru Ingin Sahkan 3 Ranperda

Admin
134 view
Sudah Penghujung Tahun, DPRD Pekanbaru Ingin Sahkan 3 Ranperda

PEKANBARU, datariau.com - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Pekanbaru saat ini terus menggesa pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk segera disahkan.

Ketua Pansus DPRD Kota Pekanbaru Zulkarnain memastikan bahwa tiga Ranperda telah selesai dibahas dan tinggal menunggu jadwal paripurna untuk disahkan menjadi Perda.

Adapun tiga ranperda tersebut diantaranya Ranperda Inovasi Daerah, Ranperda BUMD PT Sarana Pangan Madani, serta Ranperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Daerah.

"Alhamdulillah, perjalanan pembahasan pansus kita sudah selesai dan kini tinggal memasuki jadwal paripurna. Tentu keinginan dari pansus, sesuai target kami di akhir tahun Desember ini Ranperda segera disahkan," ucap Ketua Pansus III Zulkarnain, Senin (28/12/2020).

Politisi PPP ini mengungkapkan bahwa tiga ranperda tersebut memiliki banyak manfaat. Salah satunya Ranperda BUMD PT Sarana Pangan Madani yang dapat mencegah dan membantu menstabilkan kenaikan harga bahan pokok.

"PT Sarana Pangan Madani (SPM) ini tadinya anak perusahaan, jika dijadikan perda maka akan menjadi perusahaan yang artinya mandiri, tersendiri dan memberikan beberapa hal yang bisa mengelola pasar yang selama ini dikelola oleh pemerintah. Dalam hal ini akan diberikan beberapa pasar. Dikelola perusahaan daerah ini. Dimana nanti tujuan perusahaan daerah ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, terutama harga bahan pokok yang biasa naik jelang puasa, lebaran, natal dan tahun baru. Inilah salah satu untuk terobosan dalam ranperda ini dimana harga yang melonjak itu mereka akan menstabilkan harga. Tentu ini membantu mencegah kenaikan harga," jelasnya.

Lanjut Zulkarnain, tentang Ranperda Inovasi Daerah, dirinya mengungkapkan ranperda tersebut membawa nilai positif dalam memberikan pembaharuan pelayanan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Inovasi inikan pembaharuan, dimana sekarang lagi galak-galaknya di setiap daerah baik Kab/Kota maupun Provinsi dimana inovasi itu untuk pemangkasan biroksasi, memberikan pelayanan yang maksimal, dan memberikan terobosan baru. Dimana selama ini kita hanya terlena terhadap satu OPD, padahal OPD ini harus ada leader nya. Dimana leadernya pada hari ini adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Sebagai leader, mereka memantau dan memotivasi kepada OPD lain dengan memberikan gebrakan baru dalam pelayanan yang selama ini mungkin ada kebuntuan ataupun kejenuhan yang kesannya lambat. Dengan adanya ranperda inovasi daerah ini, tentu membawa nilai positif dalam hal pembaruan," ungkapnya.

Ditambahkan Zulkarnain, ranperda penyelenggaraan penanggulangan bencana nantinya akan mengatur dalan mempercepat penanggulangan bencana yang selama ini dinilai lambat. Seperti bencana banjir dan lain-lainnya.

"Bencana ini ada dua, bencana alam dan bencana non-alam. Kita melihat ada beberapa hal pencegahan bencana yang dimulai dari hulunya, karena selama ini kita lihat hanya dari hilirnya. Seperti setelah kejadian baru diatasi. Jika ini dimulai dengan aturan yang baru maka ini akan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Seperti sistem ganti rugi yang ditimbulkan. Selain itu dalam ranperda ini juga akan membentuk tempat posko di daerah rawan-rawan bencana. Jadi ini merupakan langkah dalam memperpendek yang selama ini beroperasi yang kita rasakan agak lambat. Disisi lain, dengan adanya ranperda ini kita mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK)," pungkasnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com