Merasa Tak Dihargai, Ketua RT/RW di Kelurahan Limbungan Baru Ingin Mengundurkan Diri

Admin
67 view
Merasa Tak Dihargai, Ketua RT/RW di Kelurahan Limbungan Baru Ingin Mengundurkan Diri
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Merasa insentif mereka tidak diperhatikan dengan baik, para ketua RT dan RW di Kelurahan Limbungan Baru berencana untuk sama-sama mengundurkan diri. Hal ini dikarenakan insentif tahun 2018 dan 2019 masih ada yang menunggak dibayarkan Pemko Pekanbaru.

"Kalau tidak dihargai lagi, kita kompak bersama-sama ketua RT dan RW mengembalikan stempel dan mengundurkan diri, tak dihargai lagi apa gunanya ya kan," kata Ketua Forum RT/RW Kelurahan Limbungan Khairul, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Senin (26/10/2020).

Dijelaskan Khairul yang juga merupakan Ketua RW 05 Kelurahan Limbungan Baru ini, bahwa kondisi ini sudah memanas di kalangan RT/RW karena merasa pemerintah tidak lagi menghargai aparatur pemerintahan garda depan.

"Pekerjaan di pundak RT/RW sangat berat, tapi mereka (Pemko) tidak menghargai lagi. Semua pekerjaan ada di kita, kita disuruh menjadi Satgas Covid-19, tapi bantuan tidak ada untuk RT/RW, bukan masyarakat saja yang susah, RT/RW juga susah," terangnya.

Dibeberkan Khairul, bahwa insentif Ketua RT/RW ini masih banyak yang belum dibayarkan untuk tahun 2018 hingga 2019, jika ditotal, kata Khairul mencapai 12 bulan.

"Jika memang tidak ada insentif, bilang sejak awal saat Ketua RT/RW dilantik, agar kami tidak menunggu-nunggu, kembali lagi nanti ke masyarakat sebagai RT/RW apakah mau bekerja ikhlas 24 jam," tegasnya.

Menanggapi persoalan insentif Ketua RT/RW ini, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru yang juga Anggota Komisi I membidangi pemerintahan, Firmansyah Lc menginginkan agar intensif Ketua RT/RW ini segera dibayarkan. Karena dari informasi yang dia peroleh, anggaran insentif ini tidak terkena pergeseran anggaran (refocusing) Covid-19.

"Angkanya yang dibayarkan kemarin 9 bulan, dan untuk tahun 2020 ini hanya 6 bulan, karena 3 bulan lagi untuk tahun sebelumnya. Ini tentu membuat RT/RW merasa tidak dihargai, saya dapat kabar bukan di Limbungan Baru saja, kelurahan lain juga mulai bergejolak," terang Firmansyah.

Untuk itu, DPRD meminta Pemko Pekanbaru dalam hal ini Walikota untuk mendengarkan keluhan dan suara hati tokoh masyarakat yakni RT/RW yang telah mengurus masyarakat, bekerja siang dan malam.

"Tentu sangat kita sayangkan insentif mereka sering telat, kita ingin agar ini nantinya lebih kuat, agar kata-kata insentif nanti kita revisi menjadi honor, sehingga dalam penganggaran lebih kuat," pungkasnya. (rik)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com