Melalui Paripurna DPRD, APBD Riau 2021 Disahkan Rp 9,132 Triliun

Datariau.com
250 view
Melalui Paripurna DPRD, APBD Riau 2021 Disahkan Rp 9,132 Triliun
Foto: Resi Kiswanto
Suasana paripurna.

PEKANBARU, datariau.com - DPRD Provinsi Riau menggelar paripurna penyampaian laporan hasil kerja Badan Anggaran terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2021, sekaligus persetujuan dewan dan pendapat akhir kepala daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Riau Jalan Jendral Sudirman, Senin 30 November 2020.

DPRD Riau mengesahkan APBD Riau 2021 senilai Rp 9,132 triliun dalam rapat paripurna Laporan Hasil Kerja Badan Anggaran terhadap Ranperda tentang APBD Riau Tahun Anggaran 2021, sekaligus persetujuan dewan dan pendapat akhir Kepala Daerah, Senin (30/11/2020) di ruang rapat paripurna.

Pengesahan APBD Riau 2021 ini bertepatan dengan batas akhir pengesahan/deadline 30 November 2020. Pengesahan APBD yang menyangkut hajat orang banyak ini dilakukan setelah pembahasan digesa dewan termasuk paripurna dilakukan pada hari libur dan malam hari.



Pembahasan digesa dikarenakan Pemprov Riau terlambat menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD Riau 2021.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto dihadiri langsung Gubernur Riau dan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya.

Rapat yang juga digelar secara virtual ini dihadiri 40 anggota dewan.

Pimpinan sidang paripurna Hardianto menyatakan, dari 59 anggota dewan hadir 40 orang sudah memenuhi kuorum yang juga diikuti anggota dewan secara virtual.

"Sehingga rapat paripurna sudah memenuhi kuorum paripurna," ungkap Hardianto.

Juru Bicara Banggar DPRD Riau Sugeng Pranoto dipercaya Banggar untuk naik podium membacakan hasil kerja Banggar.

Sugeng menyatakan, dalam APBD Riau 2020 target pendapatan sebesar Rp 9,032 triliun lebih, hal ini mengalami kenaikan Rp 295 miliar lebih dari Rp 8,736 triliun APBD Riau tahun 2020.

“Jumlah belanja daerah dalam APBD Riau 2021 sebesar 9 triliun 132 juta lebih. Hal ini mengalami kenaikan Rp322 miliar lebih dari APBD Riau 2020 sebesar 8 triliun 810 miliar rupiah," terang Sugeng.

Dewan berharap agar Pemprov Riau memperhatikan masukan yang disampaikan Banggar DPRD Riau. Pemprov Riau juga diharapkan agar dapat memaksimalkan sumber pendapatan daerah, salah satunya pendapat yang bersumber dari pajak seperti pajak kendaraan bermotor.

Setelah itu, pimpinan sidang Hardianto meminta persetujuan kepada seluruh anggota dewan yang hadir.

Akhirnya, APBD Riau disetujui setelah ada interupsi dari Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy M Yatim dan Ketua Komisi I DPRD Riau Ade Agus Hartanto.

Dalam pidatonya Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan, dalam menyusun APBD Riau 2021 pemerintah berpedoman lima skala prioritas, diantaranya pengambangan industri, pengembangan pertanian, pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta pengembangan SDM yang beriman, berkualitas dan berdaya saing.



Selain kelima prioroitas tersebut, lanjut Syamsuar, dengan memperhatikan situasi hari ini yang masih mengalami pandemi, maka dalam penyusunan APBD Provinsi Riau Tahun 2021 juga memperhatikan hal-hal yang terkait dengan penanganan dampak Covid-19.

"Kondisi pandemi saat ini, membuat penyusuan APBD tentunya tidak akan lepas dari penanganan covid-19 baik dari sisi kesehehatan dan ekonomi diantaranya yaitu pencegahan dan pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19," jelas Syamsuar.

Dengan anggaran yang sebesar ini, Syamsuar berharap agar realisasi pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai dengan mekanisme yang ada. Sehingga, pembangunan yang dirancang melalui anggaran APBD mampu meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat Riau.

"Instrumen ini akan berjalan dengan baik apabila pelaksanaannya sesuai dengan mekanisme yang ada. Saya mengingatkan agar OPD harus bekerja secara maksimal," pungkasnya. (res)

Penulis
: Resi Kiswanto
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com