Kapal Tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang Kampar, Anggota DPRD Riau Berharap Kejadian Serupa Tak Terulang

Datariau.com
210 view
Kapal Tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang Kampar, Anggota DPRD Riau Berharap Kejadian Serupa Tak Terulang

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Kampar Yuyun Hidayat mempertanyakan standar operasional (SOP) Kapal Banawa Nusantara 58 yang karam dan menyebabkan satu orang meninggal dunia di Danau PLTA Koto Panjang di Desa Pulau Gadang, pada Sabtu (19/12/2020).

"Sangat fatal dan perlu dilakukan investigasi lanjutan. Tujuannya untuk keamanan bersama. SOP-nya apa sudah dijalankan. Semua sistemnya salah. Kalau tidak ada yang melapor, saya sendiri yang melapor. Kita berharap ini tidak terjadi lagi. Pemkab Kampar harus lebih hati-hati," kata Yuyun Hidayat saat Konferensi Pers yang dilakukan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (22/12/2020).

Dikatakan Politisi PPP yang merupakan putra mendiang H Azis Zaenal mantan Bupati Kampar tersebut, bahwa sebagai orang yang pernah menjadi penguji pembuatan kapal di Kementerian Riset dan Teknologi, Yuyun menyebut bahwa kapal Banawa Nusantara 58 yang karam itu adalah berjenis pemecah ombak, sehingga kurang tepat dioperasikan di danau.



"Kapal itu tidak diperuntukkan untuk danau. Itu untuk pemecah ombak. Apakah nakhoda sudah ada sertifikasinya, kapalnya apa sudah ada SOP-nya. Ini harus diinvestigasi. Gunanya bukan mencari kesalahan, tapi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang bisa menimbulkan akibat fatal," tegas Yuyun.

Tenggelamnya Kapal Banawa Nusantara 58 telah menjadi penyebab meninggalnya Wakil Ketua ASPPI DPD Riau Salman Alfarisi (38). Untuk itu, ASPPI Riau menggelar kegiatan konferensi pers untuk mencari titik terang bagaimana peristiwa naas tersebut terjadi, untuk bahan evaluasi bagi instansi terkait agar kedepan hal yang sama tidak terulang kembali.



Konferensi pers yang diadakan ASPPI Riau ini dihadiri puluhan wartawan, pihak keluarga korban, Sekretaris Jendral Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Osvian Putra dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar David Hendra Nasution.

Dalam kesempatan itu Kabid Pemasaran Disparbud Kampar David Hendra Nasution mengatakan akan membawa aspirasi dan hasil konferensi pers ini ke pimpinannya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi kedepannya.

Dia juga berupaya menjelaskan kepada para peserta konferensi pers kondisi saat terjadinya kapal tenggelam, dimana saat itu beberapa pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar ikut dalam rombongan kapal yang tenggelam. Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma tidak ikut dalam rombongan tersebut.

"Saat itu handphone kami hilang dan juga rusak karena masuk air, kami pinjam hp dan kami langsung berusaha mencari nomor hp pak Kadis saat itu, tapi tak langsung dapat, makanya agak lambat," kata David.

Termasuk saat akan membawa jenazah, mobil yang dipakai mengangkut jenazah mengalami kerusakan di jalan. "Mobil kawan rusak, lalu monil saya yang dipakai sampai di Kampa juga rusak," ungkap David.

Adapun musibah tak satupun yang menginginkannya, dengan demikian David meminta maaf kepada keluarga korban dan semua pihak atas musibah ini dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.

David belakangan juga mengabarkan bahwa Pemkab Kampar akan memberikan kompensasi untuk keluarga korban yang meninggal. Namun untuk nilainya belum bisa disebutkan. (das)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com