Ida Yulita Prihatin Nasib Ratusan THL DLHK Pekanbaru Diputus Kontrak Hanya Melalui Pesan WhatsApp

Admin
208 view
Ida Yulita Prihatin Nasib Ratusan THL DLHK Pekanbaru Diputus Kontrak Hanya Melalui Pesan WhatsApp
Foto: Endi Dwi Setyo
Suasana pertemuan Komisi I dengan para perwakilan THL DLHK Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pekerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru dan perwakilan dari 318 orang THL yang kontraknya diputus. Pertemuan berlangsung di ruang Komisi I, Senin (11/1/2021).

Pertemuan dipimpin oleh Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti didampingi Indra Sukma, Rois, dan Firmansyah. Sementara itu, pertemuan dihadiri oleh Forum Komunikasi DLHK Kota Pekanbaru dan beberapa perwakilan THL DLHK Kota Pekanbaru yang diputus kontraknya hanya melalui Whatsapp.



Pertemuan membahas terkait pemutusan kontrak kerja ratusan THL yang disampaikan oleh Kepala DLHK Kota Pekanbaru Agus Pramono melalui aplikasi WhatsApp.

Melihat persoalan ini membuat Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti prihatin atas kondisi yang menimpa pekerja THL. Ia menyampaikan rasa kepeduliannya terhadap pekerja THL yang diputus kontraknya hanya melalui Whatsapp.

"Mendengar aspirasi dari pekerja THL, kami (DPRD) menyampaikan keprihatinan sangat mendalam kepada para THL DLHK ini. Hati siapa yang tidak tersentuh ketika melihat adanya orang bekerja selama 13-18 tahun lamanya yang kehidupannya itu memang di jalanan dalam artian membersihkan Kota Pekanbaru," ucapnya.



Ida menilai, jika DLHK Kota Pekanbaru ingin memberhentikan pekerja harus dengan melalui prosedur yang dijalankan dengan tata kelola pemerintahan yang berlaku. Tidak boleh melalui aplikasi WhatsApp.

"Kebijakan yang dilakukan Kadis DLHK itu boleh-boleh saja jika ingin memberhentikan, tetapi harus melalui cara yang tepat dan manusiawi dan tata cara pemerintahan yang ada karena kita hidup bernegara hukum. Jadi ada aturan main yang dijalankan. Jangan seenaknya saja," katanya.

Srikandi Golkar ini juga mempertanyakan Bagian Umum di DLHK Kota Pekanbaru. Hal ini diarenakan, Bagian Umum di setiap OPD bekerja untuk membidangi seluruh ASN dan non ASN.

"Daerah kita adalah daerah melayu yang mengedepankan etika dan sopan santun, seperti ini (umumkan melalui WhatsApp) menandakan tidak ada etika dan sopan santun," tegasnya.



Padahal sebelumnya seluruh THL diumumkan untuk membuat surat lamaran kerja kembali guna perpanjangan kontrak, namun ketika memasuki hari Kamis (31/1/2020) Agus Pramono mengumumkan bahwa kontrak THL tidak lagi diperpanjang.

Mendengar penyampain dari THL, Ida Yulita akan memanggil Dinas terkait dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk meminta keterangan dan penjelasan terkait pemberhentian THL DLHK Kota Pekanbaru.

"Kami (DPRD) akan mengundang DLHK termasuk BPSDM. Karena THL direkrut harus ada Surat Pemberitahuan (SPT). Tentu orang yang diberhentikan juga harus ada surat pemberhentian. Oleh karena itu kami akan menindaklanjuti persoalan ini di internal. Sebab, BPSDM tak bisa lepas tangan karena ini menyangkut nama Pemko Pekanbaru," terangnya.



Sementara itu, deklarator Forum Komunikasi Pekerja DLHK Kota Pekanbaru Zainuddin menyebut kedatangannya bersama pekerja THL ke DPRD Pekanbaru untuk

"Kami (THL) meminta perlindungan kepada Pemko Pekanbaru melalui rekomendasi dari DPRD Pekanbaru. Dimana Pemko Pekanbaru harus menyikapi persoalan banyaknya dari THL yang kehilangan pekerjaan," ujarnya.

Zainuddin meminta Walikota Pekanbaru harus segera mengevaluasi ataupun membebastugaskan Kepala DLHK Kota Pekanbaru Agus Pramono atas sikap dan perilaku tidak yang dinilai tidak dapat diterima pekerja THL.

"Kita minta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memberhentikan dan membebastugaskan Kadis DLHK Agus Pramono. Kemudian, mempekerjakan kembali THL yang sudah diberhentikan. Baik itu di DLHK maupun di OPD lain," pungkasnya. (endi)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com