DPRD Pertanyakan Dinas PUPR Pekanbaru Berdamai dengan Pelaku Penebangan Pohon

Admin
85 view
DPRD Pertanyakan Dinas PUPR Pekanbaru Berdamai dengan Pelaku Penebangan Pohon
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi mengaku heran terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru yang mencabut laporan atas kasus penebangan pohon di median Jalan Tuanku Tambusai.

Pasalnya, Dinas PUPR Pekanbaru mengakui telah menjalin perdamaian dengan pengusaha reklame yang telah ditetapkan tersangka sebagai pelaku penebang 83 pohon di median Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.

Menurut Mulyadi, seharusnya Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan ketegasan dan marwahnya agar kejadian serupa tidak lagi terulang di Kota Pekanbaru. "Jangan sampai ini menjadi alasan orang untuk melakukan perbuatan serupa di lokasi lain," kata Mulyadi, Selasa (12/1/2021).

Politisi PKS ini menduga adanya niat tidak baik dari Dinas PUPR Kota Pekanbaru di balik perdamaiannya dengan tersangka penebang pohon di median Jalan Tuanku Tambusai. "Masa hal-hal seperti penebangan pohon ini pakai damai-damai, dimana harga diri pemerintah? Seharusnya ini harus diberi efek jera," tegasnya.

Perdamaian tersebut terjadi dengan syarat pelaku membayar ganti rugi yakni jumlah pohon yang diganti sebanyak 25 kali lipat dari jumlah pohon yang dirusak atau ditebang tersebut.

Mendengar adanya bentuk perdamaian antara Dinas PUPR dengan tersangka penebang pohon, Mulyadi mengingatkan agar Pemko Pekanbaru untuk tidak memicu timbulnya pikiran negatif dari masyarakat.

"Jangan sampai ada timbul kecurigaan publik, masa orang menebang pohon lalu sudah dilaporkan ke pihak berwajib malah berdamai," terangnya.

Mulyadi menambahkan bahwa pihaknya dari Komisi IV akan memanggil Dinas PUPR Pekanbaru untuk mempertanyakan permasalahan di balik bentuk perdamaian dengan tersangka.

"Pemanggilan Dinas PUPR Pekanbaru akan dilakukan dalam waktu dekat. Terkait ini pasti muncul persepsi dari publik bahwa mereka beranggapan tidak masalah tebang pohon, paling-paling nanti cuma disuruh mengganti 25 kali lipat dari jumlah pohon yang ditebang. Paling ujung-ujungnya damai," pungkasnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com