Diberhentikan Kadis Hanya Melalui WhatsApp, Mantan THL DLHK Curhat ke Rumah Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru

Admin
275 view
Diberhentikan Kadis Hanya Melalui WhatsApp, Mantan THL DLHK Curhat ke Rumah Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com - Kediaman Rumah Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Doni Saputra SH yang berada di Jalan Jati, Kecamatan Senapelan didatangi oleh beberapa mantan buruh sapu Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Selasa sore (12/1/2021).

Kedatangan mereka setelah mengunjungi Komisi I DPRD Kota Pekanbaru pada Senin (11/1), mereka menghampiri rumah Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Saputra untuk menyampaikan keluh kesah akibat diberhentikan oleh Kepala DLHK Agus Pramono dengan cara tidak wajar, diputus kontrak hanya melalui pesan WhatsApp.

Salah seorang perwakilan mantan buruh sapu THL DLHK, Yuasminar menjelaskan bahwa dirinya mulai bekerja sebagai penyapu jalan semenjak 3 Februari 2002 pada zaman kepemimpinan Walikota Herman Abdulah, dimana wilayah kerjanya yaitu Pasar Agus Salim (Pasar Pusat).

Pada akhir tahun 2020, dirinya dan beberapa THL DLHK lainnya yang berjumlah 318 orang diberhentikan. Terlebih buruh penyapu jalan ini sudah bekerja selama 18 tahun dan digaji hanya Rp16 ribu per hari.

Sementara itu, pada tanggal 7 Januari 2021 DLHK Kota Pekanbaru melayangkan surat pemecatan terhitung tanggal mundur.

"Kami dan teman-teman mengeluhkan nasib yang tidak lagi bekerja. Bagaimana kehidupan mereka (teman-teman THL yang dipecat) kesehariannya lagi. Kondisi ini berbeda ketika masa pememimpinan Walikota terdahulu, yakni Herman Abdulah," katanya.

"Terlebih masa itu Kota Pekanbaru meraih piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut. Dan tak jarang kami mendapat uang saku sebagai bentuk terimakasihnya karena Pekanbaru mendapatkan piala Adipura," lanjutnya.

"Tetapi, semuanya sekarang berberda. Di zaman sekarang ini jangankan seperti itu, yang ada kami di PHK. Kami hanya untuk makan sehari-hari saja tidak lebih dari itu. Jadi kedatangan kami meminta kepada bapak bapak ibu DPR perjuangkanlah nasib kami," tambah Yuasminar.

Menanggapi nasib mantan buruh sapu tersebut, Doni Saputra menyayangkan sikap Kepala DLHK Agus Pramono yang terkesan arogan. Ia berharap para eks THL DLHK ini dapat dipekerjakan kembali.

"Nasib mereka (THL) ini harus diperjuangkan. Kami berharap apabila ada pihak ketiga yang memenangkan tender sampah ini agar menerima kembali pekerja yang diputus kontraknya oleh pihak DLHK Kota Pekanbaru. Jangan di pandang umurnya, yang penting mereka kuat dan mau bekerja. Karena tenaga harian lepas ini setahu saya tidak ada yang mengatur umur 44 tahun tidak bisa dipekerjakan lagi," paparnya.

Politisi PAN ini menambahkan, DPRD Pekanbaru akan segera memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk meminta keterangan terkait alasan diberhentikannya 318 THL di lingkungan DLHK.

"Insya Allah, saya bersama rekan-rekan (DPRD) akan memperjuangkan nasib para THL DLHK ini. Kami akan panggil BKPSDM untuk hearing terkait adanya persoalan tenaga honor atau THL yang kontraknya tidak diperpanjang. Kita ingin tahu apa alasannya," ucap Doni kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Terkait persoalan pemutusan kontrak THL DLHK ini, Doni menyebut akan melakukan koordinasi dengan Komisi di DPRD terkait permasalahan diberhentikannya. Hal ini disebabkan karena persoalan THL DLHK tersebut merambat ke berbagai antar Komisi di DPRD.

"Persoalan THL DLHK ini sudah melibatkan tiga komisi sekaligus. Yaitu Komisi I, Komisi III dan Komisi IV. Komisi I tentu terkait pemerintahan, Komisi III terkait tentang tenaga kerjanya serta di Komisi IV bisa jadi mereka akan memanggil dinas terkait langsung yaitu DLHK," jelasnya.

Atas bentuk rasa kepedulian terhadap nasib eks buruh sapu THL DLHK tersebut, Doni Saputra memberikan bantuan dana sebagai simbol kemanusiaan. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com