Anggota DPRD Ini Nilai PT HK dan PT WK Tak Profesional Kerjakan Proyek IPAL di Pekanbaru, Warga Dirugikan

Admin
203 view
Anggota DPRD Ini Nilai PT HK dan PT WK Tak Profesional Kerjakan Proyek IPAL di Pekanbaru, Warga Dirugikan
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Ruslan Tarigan.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Ruslan Tarigan menilai kinerja dari PT Hutama Karya dan PT WiKa tidak profesional dalam mengerjakan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Kita lihat IPAL ini belum kelar-kelar, udah lama begini hampir setahun tak juga selesai. Masyarakat udah banyak banyak terganggu dan dirugikan karena IPAL ini, jadi kenapa lambat begini kinerjanya. Bisa dikatakan kontraktor ini tidak profesional kerjanya," kata Ruslan Tarigan, Senin (22/2/2021).

Ruslan menyayangkan lambatnya kinerja PT Hutama Karya dan PT WiKa selaku kontraktor. Akibatnya, masyarakat menjadi korban terkena dampak dari galian IPAL di beberapa tengah jalan dalam kota tersebut.

"Kasihan kita melihat adanya warung yang tutup. Masyarakat yang berjualan ini kan hanya untuk bertahan hidup di tengah pandemi covid-19 sekarang, ya kasihan lah kita. Lalu ada sekitaran rumah warga yang dibuat pagar seng didepan rumahnya, dan dibuat lobang besar didepan rumahnya. Jadi, ya disayangkanlah ini tak kelar-kelar," terangnya.

Melihat belum rampungnya proyek IPAL, Ruslan terus mendesak PT Hutama Karya dan PT WiKa untuk segera menyelesaikan proyek nasional tersebut. Ia juga telah menyampaikan ke pihak manajemen dua kontraktor untuk dapat memberdayakan orang-orang sekitar guna percepatan pengerjaan IPAL.

"Kalau perlu ditambah tenaga kerja agar cepat selesai. Direkrutlah orang-orang yang disekitar situ. Yang terpenting, jangan membuat banyak orang terganggu," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut bahwa Komisi IV DPRD akan memanggil dua kontraktor yakni PT Hutama Karya dan PT WiKa terkait kinerja pengerjaan proyek galian IPAL.

"Kita akan mengagendakan ulang proses tindak lanjutan pengerjaan IPAL ini. Dan kita sudah minta untuk dipercepat. Kita lihat orang-orang udah sunyi, apalagi kendalanya. Kalau tidak sanggup sampaikan ke kementerian, jangan sampai ini menjadi proyek mangkrak," pungkasnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com