BAGANBATU, datariau.com - Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung menegaskan, apabila ada orang pendatang membakar lahan dan hutan dengan sengaja ia akan tangkap dan pulangkan ke kampung halamannya.
Hal ini ditegaskan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung di hadapan Wartawan di Bagan Batu, Rabu (30/8/2016) kemarin dalam rangka kunjungan kerjanya.
"Saya datang ke Rohil ini ingin melihat prajurit saya yang sedang melaksanakan tugas pemadaman api," katanya.
Selanjutnya juga melihat lokasi kejadian gugurnya Pajurit TNI saat pemadaman kebakaran di Rohil beberpa waktu lalu.
"Saya udah lihat situasinya dan ini akan saya susun dan revisi kembali setandar prosedur alat-alat bagi prajurit TNI dalam melaksanakan dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan," ungkap Pangdam.
Menurutnya, setelah ia dari Rohil ini, kedepannya dievaluasi lagi supaya kalau ada kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi seperti prajurit TNI yang meninggal dalam pemadaman kebakaran di Rohil.
"Untuk kedepan, prajurit saya akan siap bertugas dan berpedoman perlengkapan bersetandar prosedur yang saya akan siapkan nanti," ujarnya.
Di sini, Pangdam menegaskan bahwa dirinya sering menyampaikan ke masyarakat jangan lakukan pemakaran hutan dan lahan.
"Saya sudah bentuk tim untuk melaksanakan operasi isetusi dengan mencari pendatang-pendatang melaksanakan pemakaran hutan. Dan ini berkerja sama dengan TNI, Polri, Pemda tentunya," paparnya.
Salain itu, akan melakukan sidak ke rumah-rumah, kebun dan mencari pendatang bukan berasal dari daerah ini. "Apabila ketahuan membakar lahan dan hutan saya akan tangkap dan kembalikan ke wilayah masing-masing," tegas Pangdam.
Ketika awak media pertanyakan berapa jumlah titik api Rohil, ia menjelaskan, sekarang tidak ada lagi titik api.
"Yang ada saat ini titik asap, ada beberapa titik saya lewati sekitar tiga dan empat titik asap. Saat ini dalam tahap pendinginan," katanya.
Bersyukur juga tambah Pangdam, kamaren dan hari ini sudah turun hujan. "Mudah-mudahan besok udah kelir asap udah hilang semuanya," harapnya.