Tembak Mati Pesaing Bisnisnya

Oknum Mantan Polisi di Pekanbaru Ini Bermodalkan Surat Gila jadi Pedagang Narkoba di Kampung Dalam

datariau.com
2.623 view
Oknum Mantan Polisi di Pekanbaru Ini Bermodalkan Surat Gila jadi Pedagang Narkoba di Kampung Dalam
Riauterkini.com
Pelaku dan barang bukti yang disita polisi.

PEKANBARU, datariau.com - Satriandi (29), pecatan polisi yang jadi dalang penembakan sekaligus pembunuhan terhadap warga Kampung Dalam, Jodi Setiawan pada Sabtu (7/1/2017) ternyata memiliki kartu kuning atau surat keterangan gila yang pernah membuatnya terlepas dari jeratan hukum atas kasus narkoba di 2015 silam. Kepemilikan kartu kuning itupun menjadi tanda tanya besar bagi Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto.

Bagaimana tidak, tersangka yang diklaim gila dan semestinya menjalani perawatan di rumah sakit jiwa (RSJ) tersebut justru bisa berkeliaran bebas. Bahkan memiliki senjata api dan sampai menembak seorang warga hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"2015 dulu, dia (Satriandi) ini pernah ditangkap, kasusnya narkoba. Tapi bebas karena dia punya surat gila. Kita akan selidiki surat gila itu. Saya curiga, orang yang dinyatakan gila kenapa bisa berkeliaran, punya senpi dan bahkan menembak orang sampai mati. Harusnya kan dirawat di tempat semestinya (RSJ)," tuturnya, Senin (9/1/2017).

Sementara itu, terkait motif penembakan yang dilakukan tersangka, Susanto menuturkan peristiwa berdarah itu karena dilatarbelakangi dendam masalah persaingan bisnis narkoba. Tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena tak rela bisnis narkoba yang dilakoninya terusik oleh bisnis narkoba yang dijalani korban.

Pihaknya sendiri berhasil meringkus tersangka di daerah Padang Panjang, Ahad (8/1/2017) kemarin. Turut diamankan pula barang bukti sepucuk senpi rakitan beserta 6 butir peluru.

"Tersangka ditangkap ketika berada di Padang Panjang. Dia melarikan diri ke sana menggunakan satu unit mobil Honda Freed BM 1110 OC. Kita juga sedang melakukan pengejaran terhadap seorang wanita yang ikut membantu tersangka melakukan penembakan tersebut," pungkasnya.

Editor
: Adi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query