Waspada, Menggunakan Oksigen Secara Langsung Menyebabkan Gagal Pernafasan dan Buta

14.815 view
Waspada, Menggunakan Oksigen Secara Langsung Menyebabkan Gagal Pernafasan dan Buta
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Jika anda berniat untuk menggunakan oksigen murni dalam kondisi kabut asap begini, sebaiknya dibatalkan. Karena oksigen ternyata bukan untuk masyarakat umum.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldi, bahwa bahaya penggunaan oksigen murni kepada masyarakat cukup mengkhawatirkan. Menyebabkan gagal pernafasan hingga buta.

"Tentang oksigen, saya dari medis, dapat saya jelaskan bahwa sebenarnya terapi oksigen ini tidak dianjurkan langsung digunakan oleh masyarakat, apalagi oksigen murni, karena udara yang kita hirup sebenarnya tidak oksigen murni," ungkap dr Zaini, saat dikonfirmasi datariau.com di DPRD Pekanbaru, Jumat (23/10/2015).

Diterangkan Zaini, udara yang sehari-hari dihirup manusia bukan oksigen murni seperti oksigen yang dijual di apotik dalam kaleng dan sebagainya, melainkan hanya 78 persen oksigen dan selebihnya campuran gas, ada nitrogen, co2, dan sebagainya.

"Kalau kita menghirup oksigen murni berlebihan dampaknya berbahaya, kalau anak-anak menyebabkan kebutaan, sementara dewasa tubuh kita tidak lagi bernafas, kita malas bernafas," ujarnya.

Sebab, lanjut Zaini, oksigen ini diperuntukkan petugas medis yang memahami indikasi apa yang layak diberikan oksigen, seperti orang terkena asma, maka layak diberikan oksigen murni, jika manusia normal masih bisa bernafas dengan baik, maka tidak dianjurkan menggunakan oksigen murni terlebih dikonsumsi di rumah tanpa petunjuk dokter.

"Selama asap ini, perlu diketahui bahwa oksigen tidak berkurang, hanya saja bercampur dengan zat asing, terjadi pencemaran, maka partikel PM10 yang berbahaya bagi paru-paru, ikut terhirup, jika terlalu banyak menumpuk di paru-paru, mengakibatkan kangker paru-paru yang dampaknya akan terasa di kemudian hari," ujar Zaini lagi.

Maka solusi untuk menangkal zat berbahaya PM10 tersebut, diterangkan Zaini, masyarakat disarankan menggunakan masker. Masker yang direkomendasikan adalah masker standar medis, sementara masker bergambar dijual di jalanan, masker dari kain, itu tidak akan bisa menyaring zat berbahaya karena mimiliki pori lebar.

"Pilihlah masker yang memang rapat, seperti masker N95 dan masker hijau itu boleh, bahkan kami tidak menyarankan untuk masker warna warni yang dijual di tepi jalan juga masker dari kain," pungkasnya. (rik)

Tag:Oksigen