Ketahui Cara Kerja Rapid Test Antigen Secara Lengkap

Datariau.com
194 view
Ketahui Cara Kerja Rapid Test Antigen Secara Lengkap

DATARIAU.COM - Rapid test merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya virus corona dalam tubuh seseorang. Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di Indonesia sendiri menggunakan dua rapid test, yaitu antibody dan antigen.

Jika sejak awal kita telah mengetahui bahwa rapid test antibodi merupakan pengecekkan pembentukan antibodi pada tubuh melalui darah, lalu bagaimana mengenai rapid test antigen yang beberapa waktu terakhir disebut-sebut sebagai salah satu syarat seseorang yang akan menempuh perjalanan luar kota? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Rapid Test Antigen dan Cara Kerjanya




Jika pada rapid test antibody sampel yang diambil merupakan darah, pada rapid test antigen sampelnya berupa cairan atau lendir yang berasal dari hidung dan tenggorokan seseorang. Oleh karenanya, rapid test antigen ini juga sering disebut sebagai rapid swab.

Rapid test antigen merupakan tes imun untuk mendeteksi adanya antigen virus tertentu pada tubuh yang menunjukkan adanya virus pada saat ini. biasanya metode ini dilakukan untuk mendiagnosis patogen pernapasan, seperti virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV).

Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan otorisasi penggunaan darurat (EUA) untuk tes antigen sebagai tes untuk mengidentifikasi SARS-CoV-2. Yang kini juga dilaksanakan di Indonesia untuk pengecekkan adanya Covid-19 di tubuh seseorang.

Apakah antigen itu? antigen merupakan molekul yang dapat menstimulasi respon imun. Rapid test antigen dapat mengungkapkan keadaan seseorang jika saat ini ia sedang terinfeksi patogen seperti virus SARS-CoV-2. Pada rapid test antigen dapat mendeteksi protein atau glukosa, yaitu seperti protein lonjakan yang ditemukan di permukaan SARS-CoV-2. Walaupun cara pengambilan sampel mirip dengan PCR, namun pada PCR yang yang dideteksi adalah keberadaan materi genetik.

Rapid test antigen dapat bermanfaat untuk melakukan diagnosis pada seseorang yang beresiko untuk terpapar Covid-19. Cara ini juga dapat digunakan sebagai tes skrining, dimana pengujian berulang dapat dilakukan dengan cepat untuk mengidentifikasi seseorang yang terkena virus SARS-CoV-2 untuk membantu tim medis terhadap tindakan selanjutnya.

Alur Kerja Rapid Test Antigen

Berikut alur kerja dari rapid test antigen, yaitu:

1. Jika Hasil Rapid Test Antigen Negatif

Hal yang perlu dilakukan adalah:

1. Seseorang yang telah melakukan rapid test akan dianjurkan melakukan isolasi mandiri.
2. Jika ketika isoman terjadi keluhan yang sedang maupun berat, baiknya segera datangi fasilitas kesehatan terdekat/ hubungi call centre khusus penanganan Covid-19. Apabila pada 10 hari tidak ada gejala ISPA ataupun yang lainnya, peserta disarankan untuk rapid test antibody.
3. Jika hasil dari rapid test antibodi negatif, kemungkinan besar gejala yang dialami tersebut bukan COVID-19. Namun, perlu menjalani PCR jika ternyata hasil rapid test antibodi positif.
4. Jika saat isolasi mandiri muncul gejala ISPA atau lainnya kurang dari 10 hari, perlu dilakukan rapid test antigen ulang.
5. Jika hasil rapid test antigen ulang adalah negatif, dalam 10 hari kemudian harus dilakukan rapid test antibodi lagi. Jika ternyata hasil tesnya positif, harus dilakukan PCR.
6. Pada hasil PCR negatif, itu merupakan pertanda bahwa gejala yang dialami bukan COVID-19. Jika jika hasilnya positif, maka dinyatakan menjadi pasien COVID-19.
7. Jika pasien positif COVID-19 merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala), tidak menunjukkan gejala atau keluhan, maupun gejalanya ringan, dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di kediamannya.
8. Jika gejala yang dialami sedang hingga berat, penanganan intensif di rumah sakit ataupun tempat khusus bagi perawatan Covid-19 perlu dilakukan.

2. Jika Hasil Rapid Test Antigen Positif

Hal yang perlu dilakukan adalah:

1. Segera mengikuti swab test/PCR.
2. Jika hasil PCR negatif, tandanya bukan COVID-19. Sebaliknya, jika hasilnya positif, akan dinyatakan menjadi pasien COVID-19.
3. Pada pasien positif COVID-19. yang tidak menunjukkan gejala maupun gejala ringan, dapat melakukan isolasi mandiri di kediamannya.
4. Pada penderita Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat, sebaiknya segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan atau call centre penanggulangan Covid supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Rapid test ini dapat menjadi salah satu usaha yang dilakukan untuk mendeteksi adanya virus pada tubuh seseorang.

Pengecekkannya pun dapat menjadi kontrol dari penyebaran virus itu sendiri. Bagi Anda yang ingin melakukan test antigen mandiri, baik untuk mengetahui kondisi maupun untuk keperluan perjalanan dan lain sebagainya, laman Halodoc menyediakan info berbagai test serta konsultasi mengenai COVID-19, hingga lokasi maupun harganya.

Dengan melihat informasi tersebut di Halodoc, Anda bisa melakukan tes rapid ini dengan lebih cepat dan efisien. Tidak hanya itu, bagi Anda yang sedang memiliki masalah kesehatan, juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc ini. Jadi, yuk download aplikasinya sekarang juga!

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com