Evaluasi PIS-PK Kabupaten Kampar Tahun 2020, Kadiskes: Tiga Indikator di Bawah Rata-rata Akibat Terkendala Pandemi

Datariau.com
121 view
Evaluasi PIS-PK Kabupaten Kampar Tahun 2020, Kadiskes: Tiga Indikator di Bawah Rata-rata Akibat Terkendala Pandemi

KAMPAR, datariau.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melalui Bidang Pelayanan Kesehatan mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi pelaksanaan manajemen puskesmas program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) tahun 2020, sekaligus pembinaan teknisnya. Kegiatan dilaksanakan di Ballrom Hotel Labersa Kampar, Kamis (17/12/2020). Adapun jumlah peserta sebanyak 64 orang yang berasal dari setiap UPTD Puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar.

PIS-PK merupakan salah satu program nasional yang merupakan upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerja pada masing-masing Puskesmas.

Dalam program ini, tenaga kesehatan yang bertugas di masing-masing Puskesmas melakukan pendataan penyakit sekaligus pemeriksaan kesehatan. Data dan kegiatan tersebut lah yeng berfungsi sebagai acuan dalam implementasi PIS-PK untuk tahun selanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedy Sambudi SKM MKes dalam pidatonya menyampaikan, bahwa status pendataan sudah mencapai 97 persen yang sudah komplit, walaupun banyak kondisi pendataan yang menghambat yang disebabkan pandemi virus corona ini.

"Tahun ini merupakan pandemi, yang mana kondisi atau keinginan kita untuk mencapai program PIS-PK tersebut melalui banyak hambatan sehingga ada beberapa indikator program yang tidak tercapai," ucap Dedy, dikutip auranews.com.

Dedy menjelaskan, dari capaian 12 indikator keluarga sehat, ada 3 indikator yang pencapain persennya di bawah rata-rata yakni penderitaan TB paru yang berobat sesuai standar (29.52%), penderitaan hipertensi yang berobat teratur (25.48%) dan penderita gangguan jiwa berat yang diobati dan tidak ditelantarkan (19.88%).

"Data yang didapat ini kita lakukan pemantauan dan bahan evaluasi yang nantinya menjadi acuan guna tercapainya target dalam meningkatkan kualitas kesehatan kedepannya," terangnya.



Sebelumnya Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kampar, dr Zulhendra mengungkapkan PIS-PK di Kabupaten Kampar sudah berlangsung selama 4 tahun sejak diterapkannya tahun 2016.

"Anggarannya berasal dari APBN. Ini merupakan suatu program nasional untuk mencapai Indonesia sehat," pungkasnya.

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com