PEKANBARU, datariau.com - Akibat kabut asap yang melanda Provinsi Riau khususnya Pekanbaru, ikut berdampak terhadap kenaikkan jumlah penumpang angkutan darat.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatikan(Dishubkominfo) Kota Pekanbaru Arifin Harahap SH menyebutkan, saat ini terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan darat sekitar 35 persen.
"Ada sekitar 35 persen peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan angkutan darat selama kabut asap ini," ujar Arifin, Senin (21/9/2015).
Arifin menyebutkan, penurunan jumlah penumpang terjadi pada angkutan jalur sungai dan laut. Malah, penurunan yang terjadi hingga 35 persen jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
"Akibat kabut asap ini, banyak masyarakat yang memilih jalur darat dari pada udara dan sungai. Hal ini wajar-wajar saja," jelasnya.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat Kota Pekanbaru Agus Sikumbang juga menyebut, selama asap melanda maka penumpang bus travel tujuan Padang, Provinsi Sumatera Barat terjadi peningkatan 30 hingga 35 persen.
"Ada peningkatan sekitar 30 sampai 35 persen per hari jika dibanding hari biasa khusus tujuan Padang atau kembali," ujar Agus ketika dihubungi melalui selulernya.
Agus menambahkan, peningkatan penumpang dari Pekanbaru tujuan Padang ini dikarenakan tidak adanya kepastian operasional Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Sehingga banyak dari para calon penumpang pesawat pilih alternatif darat.
"Banyak penumpang yang ingin berangkat naik pesawat memilih alternatif lain yakni melalui Bandara Internasional Minangkabau Padang yang merupakan bandara terdekat dengan menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam," terangnya.
Sedangkan untuk armada angkutan bus dan travel, lanjut Agus, sejauh ini masih bisa memenuhi dan tidak ada kendala. "Untuk bus dan travel angkutan antar jemput antar provinsi (AJAP) tidak ada masalah dan bisa memenuhi semua permintaan keberangkatan penumpang," tutupnya. (yan)