SELATPANJANG, datariau.com - Pemerintah Kepulauan Meranti melaksanakan sosialisasi program pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) tahun 2017 bersama Kementerian ESDM RI.
Kegiatan ini menindaklanjuti program sesuai nawacita Presiden RI menargetkan tahun 2019 seluruh kawasan hingga pelosok Indonesia akan teraliri listrik.
Kementerian ESDM RI melalui Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Ir Maritje Hutapea mengatakan, masih ada 2.519 desa di Indonesia yang belum menikmati listrik atau sekitar 87,35% rasio elektrifikasi listrik untuk Indonesia.
Dimana, kata dia, tanah air menargetkan rasio elektrifikasi listrik secara keseluruhan minimal 92%. Tidak menutup kemungkinan bertambah setiap tahunnya hingga tahun 2019 mencapai minimal 97%.
"Upaya ini merupakan langkah sesuai nawacita presiden RI, Joko Widodo agar seluruh kawasan hingga pelosok Indonesia terang benderang," ujar Maritje, dalam sosialisasi LTSHE tahun 2017 yang digelar di Ballroom Grand Meranti Hotel, Selasa (19/9/2017).
Menurutnya, untuk Provinsi Riau rasio elektrifikasi listrik baru mencapai 89%, dimana masih ada sekitar 11% desa lagi belum teraliri listrik. Sementara untuk meminimalisir desa-desa terpencil tanpa tersentuh listrik ini, kata dia, melalui program listrik perdesaan dari kementerian mudah-mudahan dapat terwujud apa yang dinawacitakan Presiden.

"Kita (Kementerian ESDM, red) memiliki program listrik perdesaan yang tujuannya supaya bisa sampai ke desa terpencil. Sebanyak 409 unit LTSHE akan dibagikan ke beberapa desa khususnya di Kepulauan Meranti," terangnya.
Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM berharap dengan pemanfaatan LTSHE penerangan di Kepulauan Meranti sebagai pulau terdepan dan terluar di Indonesia dapat terwujud. Ia menyarankan agar OPD terkait dapat bersinergi dengan program tersebut.
"Rasio elektrifikasi Meranti sudah mencapai 77%, kita berharap sisanya bisa dibantu oleh Kementerian ESDM," ujarnya.