RENGAT, datariau.com - Pihak PLN Area Rengat melakukan pemadaman listrik bergilir dengan sistem 2:1, dua hari hidup satu hari padam, membuat warga pelanggan terganggu.
Masyarakat menduga, pemadaman ini terjadi karena banyaknya penyambungan baru yang dilakukan PLN di tengah kondisi listrik yang defisit. Maka masyarakat meminta PLN untuk transparan dalam mengelola listrik ini.
"Tak seharusnya pihak PLN melakukan penyambungan baru dengan kondisi daya yang tidak memadai seperti saat ini. Kami menduga pemadaman 2:1 ini penyebabnya adanya penyambungan baru lebih kurang 400 KWH," kata seorang tokoh masyarakat Inhu, Seno Harto SP SPd SH, saat bincang-bincang dengan Datariau.com, Selasa (19/7/2016) malam.
Seharusnya, kata Seno, jika mesin baru belum beroprasi, maka PLN tidak melakukan pemasangan meteran atau KWH baru. Pantas dan wajar sekarang sering mati lampu dan terjadi giliran pemadaman akibat arus yang disalurkan melebihi pasokan yang ada.
"Kok mesin baru belum berfungsi sudah nambah KWH, gimana mau cukup beban, karena tak nambah KWH aja beban tidak cukup, coba hitung saja secara teori," sebutnya.
"Saat saya telepon ke pihak PLTMG, mereka tidak ada menyebutkan mesin rusak maupun gangguan pada mesin meraka," terangnya.
Akibat lampu hidup dengan cara bergilir ini, katanya, banyak masyarakat sebagai pelanggan PLN yang menanggung kerugian termasuk dirinya sendiri.
"Untuk itu kita minta pihak PLN area Rengat Wilayah Riau dapat segera cari solusi sebelum kemarahan masyarakat sebagai pelanggan memuncak," pungkasnya.
Sementara warga lain yang juga pelanggan PLN, Wanto mengatakan, jika benar pembangkit listrik 10 MW di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu yang dikerjakan oleh PT KBT itu dapat beroperasi dalam bulan Agustus, mengapa tidak dilakukan penyambungan baru dilakukan PLN setelah mesin baru tersebut dapat dioprasikan.
"Bulan Agustus kan tidak lah lama lagi, tinggal menunggu satu bulan saja. Biasanya itu masyarakat yang tidak sabar ingin segera menyabung lampu atau dapatkan Kwh, namun kini terbalik, PLN yang tidak sabar, ada apa ya?" tanya Wanto.
Bahkan masyarakat ini mengatakan, PLN terkesan memaksakan untuk segera menjual KWH untuk penyambungan baru menjelang lebaran. "Kita bukan su'uzon, kan bisa saja penyambungan KWH baru sebelum hari raya Idul Fitri kemarin mereka sedang kejar target lebaran," sindir Wanto sambil tersenyum.
Sementara itu, pihak PLN Area Rengat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui pesan SMS-nya menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang terjadi pada hari Selasa (19/7/2016).
"Yth Pelanggan PT PLN (Persero) Area Rengat, mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan yang kami berikan," demikian bunyi SMS yang dikirimkan pihak PLN.
Tanggal 19 Juli 2016 rencananya akan dilakukan pemadaman bergilir dengan estimasi dimulai dari pukul 20.01 Wib s/d 23.00 Wib.
Ini terjadi di jalan Lintas Pematang Reba - Pekan Heran, Jalan Seminai, Redang, Sialang Dua Dahan, Rantau Bakung, Sungai Guntung Tengah, Sungai Guntung Hilir dan Kuantan Babu.
Meski demikian, berdasakan hasil pantauan selain di daerah tersebut juga terjadi pemadaman listrik di Air Molek kecamatan Pasir Penyu mulai dari pukul 19.00 Wib.
Terpisah, Toni, Humas PT Wika sebagai pengelola mesin di PLTMG Pasir Penyu saat dijumpai sedang keluar kota. Menurut keterangan sekuritu, bahwa mesin di PLTMG tidak ada kerusakan yang fatal, paling ada hanya penggantian oli.
Saat ditanya, kalau benar mesin tidak ada yang rusak, mengapa saat ini hidup lampu sistem bergilir, sekuriti yang tidak mau disebutkan namanya itu menjawab enteng, "Ya bagaimana, kondisi mesin saat ini tidak memadai, tapi PLN malah melakukan penyambungan baru, tentu saja terjadi sistem bergulir," pungkasnya.