[VIDEO] Mobil Angkut 16 Kg Sabu Dikejar Polisi di Pekanbaru

Datariau.com
655 view
[VIDEO] Mobil Angkut 16 Kg Sabu Dikejar Polisi di Pekanbaru



Polda Riau berhasil amankan 16 kg sabu dan 2 tersangka setelah keduanya berusaha kabur dari kejaran petugas.

Begitu mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Kota Pekanbaru pada Jumat (23/10) sore sekitar pukul 16.00 wib, tim Direktorat Narkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengetahui transaksi tersebut.

Selanjutnya sekitar pukul 19.00 wib tim melihat mobil yang mencurigakan, dimana di dalamnya ditengarai terdapat dua orang, mobil yang berjenis Opel Blazer warna hitam plat nomor BM 1306 VW yang berhasil diamankan setelah dilakukan pengejaran dan tindakan tegas tembakan ke arah mobil dan melukai tersangka.

Kejadian tersebut berawal dari tersangka HW (51) wiraswasta yang beralamat di jalan Permata Perum Villa Permata Indah Blok E Nomor 25 ditelpon oleh seorang bernama HR (yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO) untuk mengambil sabu di jalan Parit Indah Pekanbaru.

Kemudian tersangka HW menelepon tersangka IZ (55) yang beralamat di jalan Arifin Ahmad Gang Merpati untuk ikut menjemput barang di jalan Parit Indah.

Kemudian tersangka IZ (mengendarai mobil Blazer hitam BM 1306 VW), datang ke rumah tersangka HW untuk menjemput barang.

Selanjutnya kedua tersangka berangkat menuju jalan Parit Indah dan setiba disana sebuah motor honda mendekati mobil dan pria yang dibonceng langsung memberikan dua tas ransel diduga berisikan sabu ke dalam mobil Blazer.

Para pelaku diduga mengatahui adanya petugas sedang mengintai, sehingga Mobil Blazer melarikan diri. Kemudian dilakukan pengejaran oleh petugas hingga dilakukan tindakan tegas dengan melakukan tembakan beberapa kali ke dalam mobil dari arah sebelah kanan untuk menghentikannya.

Namun mobil tersangka terus berupaya kabur, hingga menabrak beberapa kendaraan lain. Pada mobil berhasil dihentikan di jalan Soekarno Hatta/Arengka (tepatnya di depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru), dan petugas berhasil menangkap para tersangka beserta barang bukti narkoba jenis sabu dalam kemasan teh.

Dari kedua tersangka, tim mengamankan barang bukti berupa 16 bungkus besar yang berisikan Narkotika jenis sabu dan 2 tas ransel warna hitam dan cokelat, 1 unit mobil jenis Opel Blazer warna hitam BM 1306 VW serta 2 handphone dengan rincian Iphone warna silver dan Samsung android warna hitam.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun.

Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pengungkapan peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Riau.

“Terimakasih saya sampaikan kepada masyarakat yang telah memberikan informasi berharga ini sehingga bisa kita tindaklanjuti dengan pengungkapan kasus ini. Polda Riau bersama seluruh jajaran akan terus melakukan upaya pengungkapan peredaran narkoba ini,” ungkap Agung.

“Kita tahu dari 3200 orang yang ditahan, 2100 diantaranya adalah para pelaku narkoba, pengungkapan narkoba tidak bisa dilakukan dengan pelan, tapi dengan agresif dan lebih tegas lagi," lanjutnya.

"Saya akan berlari untuk pengungkapan narkoba, dan melalui Tim Harimau Kampar saya memperingatkan para pelaku saya akan kejar sampai dimanapun, termasuk saudara Heri untuk segera menyerahkan diri. Dan kami komitmen untuk proses hukum bagi para tersangka narkoba dilakukan secara profesional sehingga para tersangka akan mendapatkan hukuman yang maksimal," lanjut mantan Dir Tipidter tersebut.

Disinggung tentang dugaan keterlibatan oknum polisi, Kapolda menjawab dengan tegas bahwa oknum polisi tersebut saat ini bukan anggota lagi.

“Sekarang bukan (anggota) lagi,” tegas Agung sambil memastikan proses hukum bagi yang bersamgkutan baik hukuman internal maupun hukum pidananya.

“Saya berharap Hakim akan memutuskan hukuman yang layak para pengkhianat bangsa ini,” tutup jenderal. (den)

Penulis
: Denni France
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com