[VIDEO] Acara Diskusi LEMTARI Membahas Tali Bapilin Tigo, Tungku Tigo Sajorangan

Datariau.com
269 view
[VIDEO] Acara Diskusi LEMTARI Membahas Tali Bapilin Tigo, Tungku Tigo Sajorangan

Silahkan ditonton video Datariau Channel, jangan lupa Subscribe, like dan share jika informasi yang kami sampaikan bermanfaat, tulis komentar kamu jika ada kritik dan saran yang ingin disampaikan. Terimakasih.



Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (Lemtari) melaksanakan diskusi untuk menyusun rancangan peraturan adat daerah untuk kabupaten/kota se-provinsi Riau, Rabu (16/12/2020).

Acara yang digelar di Hotal Pesona Pekanbaru ini dihadiri langsung Ketua Umum Lemtari Pusat Suhaili Husein Datuk Mudo, Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan Ahmad Yuzar, dan pengurus Lemtari provinsi Riau serta tim dari akademisi serta tokoh masyarakat.

Adapun acara ini adalah untuk melaksanakan diskusi dan mufakat Tali Bapilin Tigo, Tungku Tigo Sajorangan, serta Rencana Pembuatan Peraturan Adat Daerah (Ranperdatda) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau tahun 2020.

Dalam acara ini, Lemtari ingin membuat rancangan peraturan daerah, untuk tahap awal ini untuk Kabupaten Kampar tentang Musik di Acara pesta Pernikahan bagi Anak Kamanakan dalam Wilayah Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Kampar. Dimana, dalam draft Ranperda yang dibawa dalam diskusi itu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian Lemtari, terutama berkaitan penerapan hukum adat dalam acara penikahan.

"Banyak budaya luar telah meracuni budaya Indonesia, seperti dalam acara pernikahan, anak pejabat acara nikah di hotel mewah, saya lihat sendiri itu yang disediakan kursi hanya sedikit, selebihnya makan sambil berdiri, coba saya tanya, ada apa tidak budaya Indonesia yang seperti itu, makanya perlu kita peduli lagi dengan kebudayaan di Republik Indonesia ini agar tidak terkikis," kata Ketua Umum Lemtari Pusat Suhaili Husein Datuk Mudo dalam pidatonya.

Maka dalam ranperda yang disusun itu, dibunyikan dalam Bab III pada Pasal 4, bahwa setiap acara pernikahan di Kabupaten Kampar tuan rumah wajib menyediakan tempat duduk yang layak untuk tempat makan dan minum, sehingga para tamu bisa duduk dengan sopan baik bersila maupun duduk di kursi, tidak dibenarkan makan berdiri.

Diatur pula pada Pasal 5 bahwa dalam acara pesta pernikahan di Kampar tidak diperkenankan terjadinya berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, di Pasal 3 sebelumnya juga ditegaskan agar dalam acara pesta pernikahan di Kampar masyarakat wajib menutup aurat.

Untuk musik dalam acara pesta pernikahan juga rencananya akan diatur Lemtari dengan Ranperda Adat ini, yaitu pada Pasal 1 bahwa jenis musik yang diperbolehkan di acara pesta pernikahan hanya musik tradisional daerah seperti qosidah, tidak dibenarkan musik keras (house music/disco), musik barat, rock, jazz, maupun musik lainnya yang tidak sesuai adat istiadat, serta dalam penampilannya yang terlibat dalam musik ini wajib berbusana yang menutup aurat.

Bupati Kampar melalui Asisten I Setdakab Ahmad Yuzar mendukung penuh apa yang diusulkan Lemtari ini, bahkan Ahmad Yuzar siap dimasukkan dalam tim pembentukan lembaga tersebut.

"Pemkab Kampar akan memfasilitasi Lemtari, dalam artian pemerkarsanya Lemtari dengan membentuk tim penyusun peraturan, terpenting tidak bertentangan dengan peraturan positif yang berlaku di Indonesia," pinta Ahmad Yuzar.

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com