Kebaikan Akan Abadi dan Menang, Maka Selalu Berusaha Menjadi Orang Baik

datariau.com
2.093 view
Kebaikan Akan Abadi dan Menang, Maka Selalu Berusaha Menjadi Orang Baik

DATARIAU.COM - Secara lahiriah manusia adalah makhluk yang lemah, memiliki kecenderungan terhadap kebaikan dan juga keburukan.

Pada saat kondisi lemah maka dia akan mudah tergoda mengikuti jalan kemaksiatan dan penyimpangan, keburukan akan mendorongnya berbuat zhalim dan melampaui batas.

Demikian juga, setan akan menjadikan berbagai bentuk kemungkaran sebagai sesuatu yang indah dalam pandangan dan perbuatan yang menyimpang dianggap sebagai perbuatan yang baik.

Akan tetapi unsur kebaikan yang terdapat dalam dirinya dapat menggerakkan hati nurani dan menyadarkan dirinya untuk menyesal, memotivasi untuk kembali kepada jalan yang benar dan mengikuti akal sehat. Setiap manusia memiliki kemampuan, keseriusan, dan ketulusan hati yang berbeda-beda.

Baca juga: 8 Aliran Sesat yang Penting Diketahui dan Dijauhi


Di antara mereka terdapat orang yang selalu berusaha untuk mengikuti jalan kebaikan, melakukan perbuatan yang mulia, menjaga prinsip dan etika, menahan diri dari syahwat dan keinginan yang menyimpang, serta memperkuat dirinya untuk selalu istiqomah dan berada dalam bingkai kebenaran.

Orang yang demikian akan mudah menghadapi keburukan, dan dengan cara tersebut maka segala jenis kesulitan akan mudah untuk diselesaikannya, serta mereka juga tidak kehilangan harapan bahwa yang baik akan menang dan yang buruk akan sirna.

Sementara yang lain terdapat orang yang selalu mengikuti keinginan buruknya, tidak dapat menjaga diri untuk senantiasa berbuat kebaikan, banyak mengabaikan perintah Allah dan Rasul-Nya, merasa lemah ketika menghadapi keburukan dan mereka tidak memiliki harapan bahwa kebaikanlah yang akan menang.

Semua hal tersebut tergantung dari kesungguhan (mujahadah) seorang hamba untuk melawan keinginan dan hawa nafsunya yang buruk agar mendapatkan petunjuk dari Allah, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, maka benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. al-‘Ankabut : 69).

Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Berbagi Buka Puasa di Berbagai Tempat di Indonesia


Terdapat syair yang indah dari Ibnul Qayyim -semoga Allah merahmatinya- tentang mujahadah, beliau berkata:

“Wahai tapak-tapak kesabaran, pikullah, hanya tersisa sebentar lagi. Ingatlah manisnya ibadah, niscaya akan ringan bagimu beratnya perjuangan (mujahadah)” (Al-Fawa’id).

“Pergilah menuju lahan mujahadah, bersungguh-sungguhlah dalam menanam, airilah pohon penyesalan dengan curahan air mata. Apabila dahan pohon telah tumbuh menghijau, maka panenlah hasil yang ada” (Bada’i ‘Al-Fawa’id, 3/742)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)