DATARIAU.COM - Jenis-jenis manusia dalam menyambut seruan dakwah. Ada dua golongan yang menerima seruan dakwah;
1. Orang-orang yang cukup disampaikan padanya dalil dan ajakan kepada kebenaran maka dia langsung mengikutinya.
2. Orang yang kelihatannya dia belum bisa menerima ketika kita dakwahi, tapi setelah disampaikan kepadanya petunjuk maka dia langsung memikirkannya, berusaha merenungkannya, kemudian dia menerimanya.
Inilah dua golongan orang yang menerima kebenaran dan menerima seruan dakwah yang disampaikan kepada mereka.
Setelah itu Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala melanjutkan penjelasannya bahwa orang-orang yang berpaling tapi dia mengaku mengikuti yang benar, ini juga ada dua jenisnya, yaitu:
1. Ada sebagian orang di antara mereka yang kita perlu mendakwahi dia melalui berdebat dengan cara yang baik. Hal ini supaya kita bisa mematahkan argumentasinya.
2. Golongan kedua ini harus dengan cara yang lebih keras. Bahkan mereka ini orang-orang yang diperintahkan untuk kita memerangi mereka di dalam Islam.
Barangsiapa yang memperhatikan metode dakwah di dalam Al-Qur’an, dia akan mendapati bahwa seruan dakwah di dalam Al-Qur’an mencakup dan meliputi semua golongan manusia ini. Sebagaimana misalnya yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
ادعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبكَ بِالحِكمَةِ وَالمَوعِظَةِ الحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلهُم بِالتِي هِيَ أَحسَنُ…
“Serulah manusia ke jalan Allah dengan cara hikmah atau dengan nasihat yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl[16]: 125).
Adapun orang-orang yang perlu disikapi dengan keras, mereka ini adalah orang-orang yang Allah perintahkan untuk kita memerangi mereka supaya tidak terjadi lagi fitnah berupa kesyirikan. Dan supaya agama ini jadinya hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata. Seperti yang disebutkan di surah Al-Baqarah ayat 193 maupun di ayat yang lain.
Kita diperintahkan untuk memerangi mereka karena mereka menolak. Sedangkan kita sudah berusaha untuk mematahkan argumentasinya ternyata juga masih menolak. Maka tidak ada cara lain mereka ini adalah orang-orang yang harus diperangi sebagaimana yang diperintahkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Ini semua kalau kita perhatikan berhubungan dengan ilmu. Tidak akan mungkin kita bisa mendakwahi manusia dengan tingkatan-tingkatan ini kecuali dengan ilmu. Kita akan bisa menilainya dengan ilmu. (*)