Membongkar Hadits Palsu: Kebersihan Sebagian dari Iman

Admin
3.333 view
Membongkar Hadits Palsu: Kebersihan Sebagian dari Iman
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Telah tersebar di masyarakat kita sebuah ungkapan النظافة من الإيمان "An-Nazhofatu minal Iman" yang artinya; Kebersihan sebagian dari Iman. Namun tentunya kita harus berhati-hati terhadap ungkapan tersebut, apakah benar ia merupakan perkataan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam atau bukan, karena menyandarkan sebuah perkataan kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam namun beliau tidak benar mengatakan hal demikian, maka ini sebuah kedustaan, dan kedustaan atas nama Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam merupakan dosa besar yang pelakunya diancam dengan neraka, sebagaimana beliau Shalallahu alaihi wa salam bersabda:

من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار

"Siapa yang berdusta secara sengaja atas namaku, maka hendaklah ia mengambil tempat di neraka. (HR. Bukhari : 107)

Adapun berbicara mengenai kebersihan, tentu saja Islam telah mengajarkannya dengan pembahasan yang sangat detail dan jelas, sehingga kebersihan memiliki peranan besar dalam syari'at ini, bahkan bukan sekedar kebersihan, akan tetapi Islam mengajarkan tentang kesucian yang lebih tinggi derajatnya dari kebersihan.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman:

وثيابك فطهر

"Dan Pakaianmu sucikanlah" (QS. Al-Muddattsir: 4)

Sehingga, sangat banyak ibadah yang syarat sah nya berupa kesucian baik dari sisi badan, pakaian, tempat dan sebagainya, seperti halnya sholat 5 waktu yang syarat sahnya adalah bersuci dari hadats besar maupun kecil.

Akan tetapi, kalau kita berbicara tentang hadits "An-Nazhofatu minal Iman", maka hal tersebut tidak sah disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam walaupun makna ungkapan tersebut adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa dipungkiri.

Hal ini telah disebutkan oleh para ulama, diantaranya syaikh Abdul Karim al-Khudeir hafizhahullahu Ta'ala:

ينتشر على ألسنة الناس: "النظافة من الإيمان" ويجزمون بهذا، نقول: هذا ليس له إسناد أصلاً، لا يروى بإسناد عن النبي -عليه الصلاة والسلام

"Tersebar pada lisan-lisan kebanyakan manusia ungkapan "An-Nazhofatu minal Iman", dan mereka menetapkan/melestarikan ucapan tesebut, maka kami katakan bahwa ucapan tersebut tidaklah memiliki sanad (asal-usul) sama sekali, sehingga tidak boleh disandarkan kepada Nabi Shalallahu alaihi wa salam" (Syarah al-Manzhumah al-Baiquniyyah : 2/15).

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah juga menjelaskan:

ورد عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : "النظافة من الإيمان" لكنه حديث ضعيف, ومعناه صحيح

"Telah datang dari Nabi Shalallahu alaihi wa salam bahwa beliau bersabda: Kebersihan sebagian dari Iman, akan tetapi haditsnya lemah, walaupun maknanya benar"  (https://binbaz.org.sa).

Adapun ungkapan yang mirip dengan makna tersebut dan benar jika ingin kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam sebagaimana dalam hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu:

الطهور شطر الإيمان

"Kesucian/bersuci merupakan setengah/sebagian dari Iman" (HR. Muslim: 328).

Sehingga, kalau kita ingin menyandarkan ungkapan tersebut kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam, maka seharusnya kita mengucapkan "At-Thohuuru Syathrul Iman", yang artinya: "Bersuci merupakan sebagian dari Iman".

Wallahu A'lam.
Penulis
: Ustadz Hafzan Elhadi, Lc. M.Kom
Sumber
: https://konsultasisyariah.com/35845-hadis-palsu-kebersihan-sebagian-dari-iman.html
Tag:hadits