Sering Padamkan Listrik, Komisi III Panggil PLN Rayon Rengat

1.358 view
Sering Padamkan Listrik, Komisi III Panggil PLN Rayon Rengat
Hearing Komisi III dengan PLN. (foto: heri)
INHU, datariau.com - Menindaklanjuti keluhan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, tentang tidak puasnya masyarakat terhadap pelayanan PLN Rayon Rengat yang melakukan pemadaman secara bergilir yang terjadi akhir-akhir ini, DPRD Inhu melalui Komisi III memanggil PLN dalam rapat kerja (hearing), Rabu (14/1/2015) di ruang Banmus.

"Hering ini dilakukan berdasarkan penyampaian keluhan masyarakat dan sejumlah kepala desa dari Kecamatan Lirik beberapa waktu lalu," sebut Ketua Komisi III DPRD Inhu R Irwantoni yang didampingi Wakil Ketua Adila Ansori saat memimpin hearing di ruang Banmus tersebut.

Dikatakannya, pemanggilan pihak terkait ini guna mengetahui kondisi kelistrikan yang ada di Inhu serta untuk mengatasi defisit listrik terhadap masyarakat, pihak terkait yang dimaksud diantaranya pihak PT PLN Area Rengat, Distamben, dan pihak Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) atau PT Wijaya Karya (Wika).

Dalam rapat tersebut juga hadir Ketua Forum Kepala Desa se Kecamatan Lirik Wagiono yang didampingi 16 kedes. Di dalam forum itu Wagino menyampaikan bahwa selama ini masyarakat resah dan dirugikan akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN dengan tidak beraturan.

"Banyak alat elektronik masyarakat yang rusak akibat arus tidak stabil, hal ini sangat meresahkan dan sangat merugikan masyarakat.  Pada satu sisi masyarakat dituntut membayar listrik dengan tepat waktu, sedangkan di pihak PLN juga selalu memutus arus dan tidak memuaskan masyarakat," kata Wagino.

Menjawab ini, pihak PT PLN melalui Manager Pembangkit Arif Supriayadi menjelaskan bahwa saat ini PLN Area Rengat dari sejumlah mesin yang tersedia hanya mampu menyalurkan 30.500 kw, sedangkan kebutuhan disaat beban puncak di dua Rayon Air Molek dan Rayon Kota Rengat membutuhkan 41.000 kw.

"Dari kekurangan daya itu PLN sudah berencana menambah sejumlah mesin yang akan ditempatkan di mesin PLTD Kota Lama sebesar 5 MW. Selain itu rencana pelelangan penambahan daya sebesar 10 MW yang akan ditempatkan di belakang mesin PLTMG Pasir Penyu. Bila tidak ada halangan rintangan rencananya Oktober 2015 sudah bisa digunakan," sebut Supriyadi.

Direktur PT Wika yang merupakan pengelola PLTMG melalui stafnya Hendra, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa PT Wika hanya menual arus kepada PT PLN. "Dari 7 unit mesin PLTMG saat ini yang beroperasi sebanyak 6 unit sedangkan satu unit saat ini dalam proses perbaikan," pungkasnya.

Masyarakat berharap setelah hearing tersebut semua dapat bekerja dengan baik dan melancarkan arus listrik agar tidak padam tanpa pemberitahuan dan seperti minum obat, listrik sampai padam tiga kali sehari. (her)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query