PEKANBARU, datariau.com - DPRD Kota Pekanbaru mengkritisi adanya pemadaman bergilir selama 10 hari dimulai hari ini Senin oleh PLN. DPRD menyebut kondisi ini menambah masyarakat sengsara.
"Dalam kondisi kabut asap dan udara sangat berbahaya saat ini, masyarakat sangat memerlukan arus listrik. Kalau listrik mati, tentu masyarakat tambah sengsara dibuatnya," ungkap Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza SH MH, Senin (14/9/2015).
Dikatakan Ketua Fraksi PKB ini, listrik dinilai bermanfaat dalam kondisi asap buruk ini. Jika listrik mati, maka masyarakat tidak akan betah lagi dalam rumah yang pengap, tidak bisa hidupkan kipas, AC, dan lainnya.
"Seharusnya PLN menimbang untuk melakukan pemadaman ini. Kondisi cuaca seperti ini jangan sampai selam itu listrik dipadamkan," ujarnya.
Dijelaskan Zaidir lagi, pihaknya memang menerima alasan klasik dari PLN terhadap pemadaman listrik ini. Disaat musim panas alasannya kekeringan dan dimusim hujan karena jaringan rusak.
"Sekarang ini alasan apa lagi, apakah debet air atau sebagainya, yang penting dalam kondisi asap yang parah ini kita minta PLN bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan bisa bekerja maksimal. Kalau terjadi pemadaman listrik sama saja PLN menambah dan menyusahkan masyarakat," ujar Zaidir.
Ditambahkan Zaidir, sat ini masyarakat sudah semakin susah dan menderita akibat asap ini, sudah hampir 2000 masyarakat kota Pekanbaru terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (AKUT).
"Kalau pemadaman listrik terjadi juga oleh pihak PLN maka hal ini sama saja menambah penderitaan masyarakat," tegasnya. (rik)