PEKANBARU, datariau.com - Pemadaman bergilir yang hingga saat ini masih dilakukan pihak PLN membuat kalangan DPRD geram, bahkan menilai kinerja PLN sudah tidak becus lagi. Seperti yang disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi, menegaskan bahwa dengan pemadaman bergilir ini akan membah penderitaan masyarakat.
"Ini artinya buruknya pelayanan PLN dengan jadwal pemadaman yang tak kunjung usai, jelas menambah daftar penderitaan masyarakat Kota Pekanbaru," kata Mulyadi, Kamis (17/12/2015).
Bahkan kata Mulyadi, penderitaan masyarakat akan semakin bertambah seiring adanya kebijakan naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL). "Beban masyarakat ini sudah banyak, sudahlah sulit, janganlah lagi dibuat sulit. Masalah ini (jadwal pemadaman) jelas meresahkan. Kita tahu, mereka (PLN) sudah mengakali masyarakat," ucap Mulyadi.
Pihak PLN juga dituding selalu memakai cara-cara klasik untuk memberikan alasan kepada masyarakat. "Saat tiba musim kemarau, kekurangan debit air. Namun ketika kelebihan debit air, alasan klasik lain muncul lagi. Ini jelas alasan klasik dan terkesan dibuat-buat. Selama ini tidak ada sistem kerja profesional yang dipersembahkan oleh PLN kepada konsumennya. Itu fakta dan disadari oleh konsumen di Indonesia," cetusnya.
Untuk itu, Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta agar buruknya pelayanan PLN tersebut harus segera dibenahi dan ditindaklanjuti oleh pemerintah.
"Selama hampir 20 tahun lamanya, PLN dipenuhi oleh kinerja dan pelayanan buruk. Mereka menuntut kewajiban masyarakat untuk membayar, namun, tidak diikuti pelayanan yang sempurna," tuturnya.
"Sudah saatnya pemerintah cerdas mengatasi permasalahan ini, jangan dibiarkan berlarut-larut, tidak ada salahnya pemerintah membuka kran bagi pemasok listrik swasta yang bisa dijadikan kompetitior, seperti halnya jaringan telekomunikasi dan televisi sekarang sudah bersaing ketat, sehingga bisa memberikan pelayanan baik nantinya bagi masyarakat Pekanbaru," sarannya.
Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)(pwt)