Prostitusi Online Anak Belia Terungkap, DPRD Pekanbaru Minta Kasus Ini Tidak Dianggap Sepeleh

datariau.com
875 view
Prostitusi Online Anak Belia Terungkap, DPRD Pekanbaru Minta Kasus Ini Tidak Dianggap Sepeleh
Dok.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Roni Amriel SH.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Roni Amriel SH sangat menyayangkan adanya jual beli anak gadi dibawah umur melalui jejaring sosial di Kota Pekanbaru. Dia meminta agar kasus ini tidak dianggap sepeleh.

"Ini sudah luar biasa, ABG dibandrol Rp3 juta, tentunya ini harus menjadi perhatian khusus untuk seluruh kalangan sehingga anak-anak tidak lagi menjadi korban," kata Roni, Kamis (22/9/2016).

Dijelaskan Roni, terbongkarnya praktek prostitusi online, dimana Subdit III Direktorat Reskrimum Polda Riau sudah menangkap pelaku, hal ini menjadi keresahan bagi orang tua. Dimana, kemajuan teknologi ternyata disalahgunakan sehingga seorang anak, bisa saja terlibat bujuk rayu mendapatkan uang dengan cara pintas dan terlibat prostitusi online ini.

"Langkah pertama yang harus dilakukan yakni dari rumah tangga, orang tua harus melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap anak mereka, baik dari sisi pergaulan maupun dari penggunaan jaringan internet. Boleh saja anak diberikan handphone yang memiliki akses internet, namun mereka juga harus dikontrol selalu, jangan dibiarkan begitu saja," jelas Roni.

Terjerumusnya para anak baru gede (ABG) ini dalam praktek prostitusi dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi dan pergaulan. Di sinilah kata Roni bahwa pemerintah ikut ambil bagian menyelesaikan persoalan, tingkatkan ekonomi masyarakat sehingga tidak ada lagi ABG yang terjerumus dalam dunia hitam seperti yang terjadi saat ini.

"Intinya kasus ini harus menjadi perhatian khusus dari seluruh pihak dan perlu adanya kajian mendalam untuk menyelesaikan persoalan tersebut," pungkasnya.

Penulis
: Fikri
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query