Listrik Sering Padam Tak Menentu, DPRD Panggil Manajemen PLN Area Pekanbaru

datariau.com
949 view
Listrik Sering Padam Tak Menentu, DPRD Panggil Manajemen PLN Area Pekanbaru
Riki
Suasana hearing Komisi IV dengan PLN Area Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru memanggil manajemen PLN Area Pekanbaru untuk menggelar rapat guna mempertanyakan kondisi kelistrikan yang mengakibatkan terjadinya pemadaman tak menentu beberapa hari belakangan.

Hearing ini dilaksanakan DPRD Kota Pekanbaru di ruang rapat Banmus lantai 1, Kamis (10/11/2016). Hearing dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel, didampingi anggota lainnya seperti Wan Agusti, Mulyadi AMd, Ruslan Tarigan ST, Zaidir Albaiza, Puji Daryanto, dan Ali Suseno. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono yang diketahui bahwa beliau sebelum duduk di DPRD Kota Pekanbaru juga pernah bekerja di PLN.

Sementara dari PLN hadir Manager Area Pekanbaru Laode didampingi pejabat penting lainnya di PLN Area Pekanbaru.

Dalam Hearing ini, Roni Amriel langsung memaparkan berbagai persoalan pemadaman listrik yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat, termasuk juga menyinggung kinerja PLN yang dinilai belum maksimal bahkan semakin menurun.

"Kita sangat sayangkan pemadaman bergilir ini, bahkan kita di dewan tidak pernah dilibatkan terkait kondisi ril yang terjadi, seharusnya beri informasi secara konperehensif ke kami kalau perlu per dapil (daerah pemilihan, red), dan sosialisisasikan kepada masyarakat terkait pemadaman ini," kata Roni mengawali rapat.

Selain itu, Roni juga meminta kepastian dari pihak PLN sampai kapan pemadaman harus terjadi, dan bentuk tanggungjawab PLN kepada masyarakat  seperti apa. Karena munurut Roni hingga saat ini ketika listrik padam, masyarakat tidak dapat kontribusi dari pihak PLN, sementara ketika masyarakat telat melakukan pembayaran jaringan listrik langsung diputuskan.

Demikian pula dikatakan Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwo ST. Dimana Sigit meminta kepada pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman di saat beban puncak pemakaian.

"Kasihan masyarakat, waktu shalat Maghrib mati lampu, kalaupun ada pemadaman informasikan ke masyarakat agar pengurus mushala dan masjid bisa menyediakan genset segala macamnya," pintanya.

Hal senada juga disinggung oleh Mulyadi Amd, dimana menurut Politisi PKS ini, pihak PLN seharusnya tidak menimbulkan citra negatif di tengah masyarakat terkait pemadaman listrik di waktu-waktu beban puncak pemakaian.

"Pekanbaru punya program maghrib mengaji, jadi kalau pihak PLN sering melakukan pemadaman di jam-jam itu (saat Maghrib), jadi jangan salahkan masyarakat jika PLN terkesan menggagalkan program tersebut karena sudah dipastikan masyarakat akan terganggu dengan pemadaman ini," ujarnya.

Selain soal pemadaman, Komisi IV juga menyinggung persoalan belum beroperasinya PLTU Tenayan Raya. "PLN sibuk buat janji katanya bulan Juni PLTU Tenayan Raya sudah bisa beroperasi, buktinya sampai sekarang apa, seharusnya PLTU tersebut bisa membantu krisis litrik yang terjadi saat ini," sebut anggota Komisi IV lainnya Ruslan Tarigan.

Rapat ini berlangsung alot dari pagi pukul 10.00 WIB dan hingga berita ini dimuat hearing Komisi IV dan Manjemen PLN masih berlangsung dan masih mendegar jawaban dari pihak PLN.

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query