Posting Status di Medsos, Halaman Facebook Drs. H. Syamsuar, MSi "Diserang" Netizen

Hermansyah
1.377 view
Posting Status di Medsos, Halaman  Facebook Drs. H. Syamsuar, MSi "Diserang" Netizen
Facebook
Postingan di halaman facebook Drs. H. Syamsuar, Msi.

SIAK, datariau.com - Sebelas Kepala Daerah menggelar deklarasi yang ditaja oleh Tim Relawan atau Pro Jokowi (Projo) di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

 

Dimana, saat itu pembacaan pernyataan dukungan pada saat deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Riau terpilih sekaligus masih menjabat sebagai Bupati Siak aktif dua periode saat ini Drs H Syamsuar Msi, didampingi oleh Wakil Guberbur Riau terpilih Edy Natar, Rabu (10/10/2018) lalu.

 

Dengan pernyataan sikap yang dibacakannya, akhirnya akun facebook atas nama Drs. H. Syamsuar, MSi memposting pernyataan yang mengundang perhatian warganet, Senin (15/10/2018), lebih kurang 3 jam yang lalu.

 

Begini postingan halaman facebook Drs H Syamsuar Msi:

 

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

Berbeda pandangan adalah rahmat. Mari sama merenungkan, dan sama memikirkan, bahwa kecintaan kita yang begitu besar pada Negeri ini, tidak terkikis habis hanya karena 'sebenang' perbedaan tipis.

 

Saat berbeda, janganlah saling mencela. Silahkan mengkritisi, tanpa harus kehilangan kejernihan hati.

 

Jangan gadaikan kesopanan dan adab kesantunan di negeri Melayu ini. Tunjur ajar mengingatkan 'Elok kayu kerana daunnya, elok Melayu kerana santunnya. Apabila hidup hendak terbilang, sopan dijunjung santun dijulang'.

 

Jangan terjebak pada klaim kebenaran dan vonis kesalahan pada persoalan yang belum dipahami secara paripurna. Karena bisa saja banyak hikmah, dan niat baik tersembunyi dalam langkah yang berbeda. Bukankah tidak satu jalan ke Roma? 

 

Dalam negara Bhineka Tunggal Ika, perbedaan berada dalam ruang nyata, bukan ruang hampa untuk saling mencela, padahal saudara se-Bangsa se-Negara, bahkan se-Agama. Karena yang ideal menurut kita, belum tentu ideal untuk kebaikan semua. 

 

Kebenaran adalah hal yang mutlak, namun menginginkan kemutlakan sekehendak kita, tak perlu juga harus dipaksa. Apalagi sampai menduga-duga dan berkata-kata yang berujung dosa.

 

Mungkin saja orang lain juga memiliki pemahaman tentang sesuatu yang dianggapnya benar, maka hargailah. Karena jika terus menerus memaksakan pemahaman kita sendiri, maka disitulah lahir bibit-bibit intoleransi.

 

Menjadi pemimpin kelak akan dipertanggungjawabkan hingga ke akhirat, itu akan selalu diingat. Dalam banyaknya perbedaan kehendak rakyat, seorang pemimpin harus berani bersikap rela. Sebagaimana pepatah berkata: Rela dipapak membela yang hak; Rela melangas karena tugas; Rela binasa membela Bangsa.

 

Jadi bilamana ada perbedaan pandangan, kiranya tetaplah berprasangka baik. Simpan kebenaran rapat-rapat dalam hatimu, bukan melampiaskan amarah perbedaan dengan caci maki yang tak mendidik. Sungguh itu bukan perbendaharaan kata-kata yang baik untuk jadi warisan tentang kesantunan berpolitik. 

 

Jangan sampai sesat hanya untuk kepentingan sesaat. Tetaplah jaga persatuan dalam perbedaan, sebagai wujud syukur yang nyata atas segala limpahan karunia-NYA. 

 

Mari kita terus berpegang teguh pada jalan kebaikan. Menjaga taat dan takwa kepada Allah Taala.

 

Demi Riau tercinta, InsyaAllah, saya masih Syamsuar yang sama.

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 



Tulisan ini langsung mendapat berbagai tanggapan dari Netizen, sebagiannya merasa kecewa atas keputusan dan sikap yang diambil oleh Bupati Siak dua periode tersebut.
 


Dari pantauan datariau.com, Senin (15/10/2018) melalui halaman facebook Drs. H. Syamsuar, Msi tersebut, banyak Netizen yang tidak terima dan merasa kecewa setelah memastikan dukungannya saat itu dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) pada 27 April 2018 lalu untuk Syamsuar dan Edy Natar.

 

"Banyak yg kecewa...pasti mereka bagian dari salah satu capres..dan bisa jadi mereka salah satu dari kontestan yg kalah saat pilgubri,dan hari ini ngaku ngaku sebagai pendukung pak syamsuar saat pilgubri.

Seolah olah mereka pendukung,maju terus...

Kami yakin bapak mampu membawa riau lebih baik," tulis pemilik akun bernama Wan Hamzah dalam komentar.

 

Saat berita ini dimuat, sedikitnya 580 yang menyukai tulisan tersebut, 1094 yang berkomentar menyampaikan unek-uneknya, dan 163 yang membagikan. Banyak komentar yang menyampaikan kecewa setelah tahu Gubernur terpilih dari PAN, NasDem, dan PKS tersebut ikut deklarasi Projo.

 

"mendadak cebi...dengan sribu alasan, bisakah alasan ini di sampiakn pada Malaikat?," tanya pemilik akun Faiz Erdogan Effendi yang mendapat tanggapan dengan menyukai dan emotion lain lebih kurang sebanyak 52 Netizen saat itu.

 

"Pemimpin orang pertama dan paling lama ditanya malaikat. Silahkan saudara berbeda, asal jangan mencela. Apakah saudara paling tau apa yang sayo perjuangkan untuk rakyat? Sementara kelak yg ditanyo malaikat itu sayo," jawab akun Drs. H. Syamsuar, MSi saat itu.

 

Tak berselang beberapa lama pemilik akun Faiz Erdogan Effendi lagi-lagi melontarkan pernyataan kekecewaan terhadap Bupati Siak dua periode tersebut. 

 

"Drs. H. Syamsuar, MSi  suara saya memilih bapak akan saya pertanggungjawabankan pada Allah dalam Pilgubri

Namun nyatanya setelah itu bapak berada barisan Penista Agama, kekecawaan itu cuma bisa di pendam. Apalah daya kami hanya masyarakat biasa," ucap Faiz.

 

"Sangat menyesal memilihmu pak, kl akhirnya bapak mendukung para penista agama dan ulama2 kami...

Apa yg kami katakan di hadpan Allah kelak, jika kami memilih pemimpin yg tdk amanah dan menegakkan syariat islam yg kaffah.

Semoga bpk bs berpikir ulang dan ttp istiqo...," tulis pemilik akun Ina Arsy pula. (her)

** Diperbaharui pada Senin (15/10/2018) pukul 16.25 WIB

 

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com