Petaka Brosur Pentas Seni Teater Matan Diduga Melecehkan dan Menghina, Netizen: Boikot

Hermansyah
2.488 view
Petaka Brosur Pentas Seni Teater Matan Diduga Melecehkan dan Menghina, Netizen: Boikot
Gambar: Brosur
Brosur Pentas Seni Teater Matan di Pekanbaru.

SIAK, datariau.com - Kabar tak sedap, petaka brosur yang di cetak pihak penyelenggara Pentas Seni Teater Matan, yang diselenggarakan di Gedung Seni Idrus Tintin Purna MTQ Pekanbaru Provinsi Riau itu, sekira pukul 20.00 WIB, diduga mengiring opini negatif.

 

Masyarakat Kabupaten Siak mengutuk keras atas tindakan pihak penyelenggara, dengan brosur teater, 'Benarkah Raja Kecil Lahir dari Hubungan Haram?', tulisan di brosur itu menggunankan tanda '?'. Dinilai merupakan pelecehan.

 

Menanggapi hal itu, brosur dengan menggunakan tanda tanya, Ketua Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah, mengutuk keras atas dugaan pelecehan serta penghinaan atas kalimat tanya di brosur tersebut. 

 

"Kita mengutuk keras kalimat tanya yang ada brosur tersebut, yang diduga melecehkan dan menghina Raja Kecil. Kita minta pihak panitia, selaku penyelenggara penggelaran panggung theater untuk menghentikan kegiatan tersebut, dan segera meluruskan kalimat yang ada di brosur," pungkasnya, Jum'at (1/12/2017) seperti dilansir dari riauterkini.

 

Lanjut Wan yang meminta alasan jelas atas kalimat yang di tuliskan itu, akibat dari tulisan kalimat tanya di brosur itu, masyarakat Siak sangat merasa terhina atas perbuatan yang dilakukan pihak penyelanggara tersebut.

 

Ungkapan kekesalan datang dari salah satu akun facebook milik Masrobot Iwo Riau  yang merasa tersinggung akan perbuatan yang dilakukan pihak penyelenggara Pentas Seni Teater Matan di Pekanbaru itu. 

 

"Boikot," kecam Netizen pemilik akun bernama Masrobot Iwo Riau, Jum'at (1/12/2017).

 

"Boikot ajo lah pementasan nyo..

Buat polemik ajo..

Ingat ini sejarah," ujar Netizen pemilik akun bernama Raja Laksmana II itu.

 

Tambah Ketua MPKS Wan Hamzah melalui akun facebook, ia mengatakan sempat menghubungi pihak penyelenggara agar merubahnya. Namun, pihak penyelenggara beralasan itu ajakan agar masyarakat menonton dan penasaran.

 

"Sayo sudah telp pihak penyelenggara nyo

Untuk merubah nya,alasan mereka untuk mengajak orang menonton dan buat penasaran..tetapi tetap kito tdk setuju,,sama dgn mereka mw ngiring opini," kata Ketua MPKS itu, melalui akun facebooknya membalas pertanyaan Netizen perihal brosur tersebut di dinding komentar kemarin.

 

Komentar pedas pun datang melalui akun facebook Ozhan, ia mengatakan dengan membalas komentar Ketua MPKS Wan Hamzah agar segera ultimatum pihak penyelenggara. Seandainya tuntutan masyarakat Siak tidak ditanggapi (gubris), akan membawa persoalan ini ke meja hijau.

 

"Ultimatum ajo langsung ketua kasi tengat waktu klu tidak ado tanggapan kito meja hijau karena marwah kita sbg anak melayu sudah di rendahkan kemarin.

 

"Sudah, mereka berjanji dan akan kordinasi lagi," tambah Wan Hamzah.

 

Kemudian Netizen pemilik akun bernama Raja Laksmana II menjelaskan kalau alasan pihak penyelengara untuk mengajak orang dan membuat penasaran, kenapa harus seperti itu.

 

"Jujur saya sebagai org Siak dan asli putra Melayu sangat tersingung dan muak dengn dengan pelecehan/penghinaan pado rajo kito..

Hang Kafri asal buat ajo..

Dapat balo bau tau ghaso..," kutuk Netizen pemilik akun Raja Laksmana II itu.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com