Survei MarkPlus Masyarakat Berikan Penilaian Positif Terhadap Pelayanan dan SDM Bareskrim Polri

Hermansyah
99 view
Survei MarkPlus Masyarakat Berikan Penilaian Positif Terhadap Pelayanan dan SDM Bareskrim Polri
Survey Markplus terhadap Bareskrim Polri.

JAKARTA, datariau.com - Markplus menemukan gambaran kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bareskrim Polri saat ini. Hal itu terpotret dalam survei yang dilakukan pada November-Desember 2020 lalu.

Berdasarkan survei tersebut, masyarakat memberikan penilaian yang positif terhadap pelayanan penegakan hukum dan sumber daya manusia (SDM) Bareskrim Polri saat ini.

Deputy Chairman MarkPlus Taufik mengatakan, dimana survei ini dilakukan pada periode 19 November 2020-3 Desember 2020 lalu, dengan 351 responden menggunakan layanan Bareskrim Polri sepanjang 2018-2020.

Menurut Taufik, dalam aspek pelayanan, penilaian pelayanan secara umum mendapat nilai 4,80 yang berarti baik. "Kemudahan prosedur pelayanan dan kesesuaian waktu pelayanan juga dinilai baik dengan masing masing skor 4,72 dan 4,59," sebut Taufik dalam konferensi pers hasil survei secara virtual pada Jumat (15/1/2021) kemaren.

Dimana hasil survei menunjukan sikap dan perilaku SDM di Bareskrim Polri dinilai paling baik diantara aspek lainnya dengan skor 5,12. Selanjutnya di ikuti oleh kompetensi SDM dalam pelayanan sebesar 4,96 dan sarana prasarana pendukung layanan lainya 4,88.

Disisi lain, hasil survei persepsi publik terhadap kinerja, budaya, dan komunikasi terkait penindakan kriminal dengan 1.502 responden umum secara online berada pada angka 3,75 dari skala satu sampai enam.

Founder and Chairman MarkPlus Hermawan Kartajaya menambahkan, persepsi publik secara umum terhadap penindakan kriminal oleh Bareskrim Polri mendapat skor lebih rendah, jika dibanding dengan kepuasan pelayanan yang telah dirasakan oleh pengguna layanan.

Hal ini, menurutnya menunjukan adanya gap antara apa yang dirasakan masyarakat yang mendapatkan pelayanan dengan yang dipersepsikan secara umum. "Gap antara persepsi publik secara umum dengan yang dirasakan pengguna layanan seharusnya seimbang atau lebih tinggi," sebut Hermawan.

"Karena, jika persepsi publik lebih rendah, artinya Bareskrim Polri perlu meningkatkan publikasi terkait kinerja dan inovasi yang telah dilakukan," jelasnya.

Hermawan mengatakan, komunikasi dalam membangun persepsi publik terkait penindakan kriminal perlu ditingkatkan lagi oleh Bareskrim Polri, mengingat persepsi publik khususnya di era digital sangat berpengaruh terhadap image suatu instansi.

"Publik yang belum merasakan pelayanan dari Bareskrim Polri tentunya akan memiliki persepsi yang berbeda dibandingkan dengan yang sudah mendapatkan pelayanan. Sehingga hal ini dapat menjadi bahan evaluasi kinerja Bareskrim Polri kedepan," pungkasnya.(*)

Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com