AKBP Gunar Rahadiyanto SIK Imbau Masyarakat Agar Cegah Karhutla pada Musim Kemarau

Hermansyah
159 view
AKBP Gunar Rahadiyanto SIK Imbau Masyarakat Agar Cegah Karhutla pada Musim Kemarau
Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto SIK MH.

SIAK, datariau.com - Memasuki peralihan musim peghujan ke musim kemarau, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto SIK MH imbau warga Kabupaten Siak agar tidak membakar lahan, baik ladang, kebun dan sawah, pada Ahad (24/1/2021).

Menurut Kapolres Siak, mendekati musim kemarau sering didapati aktivitas warga yang membuka lahan dengan cara membakar.

Meningkatnya suhu temperatur udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir menjadi pertanda wilayah di Kabupaten Siak akan memasuki musim kemarau.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto SIK MH meminta warga Kabupaten Siak agar menjaga lingkungan dengan cara tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

"Kita minta warga tetap menjaga lingkungan, jangan sampai saat kemarau, warga membuka lahan dengan cara dibakar. Karena itu, akan berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat, kesehatan, perkembangan ekonomi oleh kabut asap yang ditimbulkan," kata Kapolres Siak.

Dia menegaskan, telah mengintruksikan kepada jajaran untuk melakukan pemantauan khususnya terkait Karhutla. AKBP Gunar Rahadiyanto SIK juga meminta peranan semua pihak, baik tokoh masyarakat, pemerintah kampung dan lainnya, agar berperan serta dalam mengantisipasi karhutla di Kabupaten Siak.

Kepolisian mengingatkan, jika warga tetap melakukan pembakaran lahan tentunya akan dilakukan tindakan tegas dengan mengedepankan penegakan hukum berikut Undang undang yang dapat dikenakan kepada pelaku pembakar hutan.

Satu, Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan. Pasal 78 ayat 3 berisikan pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Pada Ppasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp1,5 miliar.

Dua, Undang Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang perkebunan. Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Tiga, Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pasal 108 menyatakan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

"Kita berharap tentunya tidak ada lagi yang namanya karhutla terutama di wilayah Kabupaten Siak, tentunya itu dapat terwujud dengan kerjasama dan peran serta, baik TNI, Polri, pemerintah daerah," imbuh AKBP Gunar Rahadiyanto SIK MH.

"Selain itu, seluruh elemen masyarakat yang saling bekerjasama mencegah terjadinya karhutla dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan yang intens dengan masyarakat pemilik lahan agar tidak membakar lahan saat ini," pungkasnya.(*)

Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com