Viral di Medsos Wanita Dibawah Umur Disekap di Sebuah Cafe, Kasat Reskrim Polres Rohul Lakukan Lidik, Ternyata Postingan Itu Hoax

Samsul
69 view
Viral di Medsos  Wanita Dibawah Umur Disekap di Sebuah Cafe, Kasat Reskrim Polres Rohul Lakukan Lidik, Ternyata Postingan Itu Hoax

ROKAN HULU, datariau.com - Berdasarkan Postingan salah seorang wanita HW (21) di chatingan di akun Facebook dengan akun Tilly B dengan adiknya berisi pesan, bahwa dirinya disekap di salah satu cafe milik Bakry Dayan, di Km 4 Desa Sukamaju Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ternyata postingan hoak alias palsu.

HW, wanita asal Klumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) merasa tak nyaman bekerja di cafe milik Bakry Dayan karena adanya persaingan sesama rekan kerjanya.

Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH melalui Kasat -Reskrim Polres Rohul AKP Rainly Labolaang.

"Awalnya kita dapat laporan dari masyarakat, ada penyekapan wanita di bawah umur di cafe Putri Tunggal Bakry milik Bakry Dayan. Wanita berinisial HW dalam akun Facebook nya mengaku di cathingan tersebut ke adiknya bahwa dia minta dijemput karena bila tidak di jemput akan dijual ke pria hidung belang, Setelah dapat informasi segera kita tindak lanjuti," kata Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, melalui Kasat Reskrim AKP Rainly L Sik di kantornya, Senin (11/01/2021).

Tambahnya, bersama tim gabungan dari Satreskrim, terdiri dari unit Opsnal Polres, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta beberapa personel dari Sabhara, pada hari Sabtu 9 Januari sekitar pukul 03.00 dini hari, langsung ke cafe Bakry dan melakukan razia di wisma tersebut.

"Saat itu, kita sempat mengamankan HW dan pemilik cafe Bakry, serta saksi yang memasukkan HW bekerja yakni Fifi S serta sejumlah saksi lain termasuk kasir cafe lalu dibawa ke Mapolres Rohul. Namun, saat dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait postingan chating di Facebook dikatakan HW chattingan itu ke adiknya, ternyata tidak benar dan postingannya palsu. Karena sama sekali tidak ada penyekapan," jelas Taufiq LN.

Bahkan, wanita yang mengaku di bawah umur ternyata sudah berusia 21 tahun dan sudah berkeluarga di kampung halamannya. Sedangkan postingan yang sempat menghebohkan itu karena mengaku disekap, dibuat HW agar keluarganya mau menjemputnya karena tidak mau bekerja lagi akibat saingan dan adanya perselisihan dengan rekan se profesinya.

"HW sudah mengakui, chatingan yang dibuatnya mengaku disekap agar keluarganya mau menjemputnya pulang. Dirinya bekerja di cafe juga diakuinya atas kemauan sendiri dan tak ada paksaan dari pihak manapun," terang Kapolres.

"HW juga selama bekerja diperlakukan baik oleh pemilik cafe. HW bekerja di kafe Bakry meminta kerja ke rekannya Fifi S yang sudah bekerja lama sebagai pelayan kafe milik Bakry," sebut Rainly lagi, didampingi Kanit PPA dan KBO Reskrim.

"HW juga mengakui ke penyidik, karena takut untuk berhenti bekerja di cafe Bakry sehingga dirinya membuat chatingan di FB ke adiknya seolah-olah dia disekap," urai kasat.

"Sehingga dari penyelidikan yang kita lakukan tidak ada penyekapan oleh pemilik cafe, termasuk ada informasi HW dijual ke cafe dan Kepada pemilik cafe saat ini di terapkan agar wajib lapor dua kali seminggu," ujarnya,

"Kesimpulannya perkara ini dalam penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh Unit PPA Polres Rohul. Sedangkan HW dan rekannya Fifi S telah dititipkan di Rumah Sosial Aman di Pekanbaru. Kemudian menunggu keluarga menjemput HW maupun FiFi S , yang nantinya harus membawa bukti data diri mereka baru keduanya dibolehkan dibawa pulang oleh keluarga," jelas Kasat Rainly.(ram)

Penulis
: Ramlan
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com