Uang Pengembalian Investasi Sapi Perah Digelapkan, Seorang Pelaku Diamankan Polsek Tapung

Admin
63 view
Uang Pengembalian Investasi Sapi Perah Digelapkan, Seorang Pelaku Diamankan Polsek Tapung

TAPUNG, datariau.com - Unit Reskrim Polsek Tapung amankan seorang pria yang diduga melakukan penggelapan uang penjualan aset perusahaan PT JMM (Jaya Tunggal Mandiri) sebesar Rp 800 juta, dimana uang tersebut merupakan pengembalian investasi sapi perah dari sejumlah masyarakat yang menanamkan modalnya di CV JMM.

Tersangka kasus penggelapan ini adalah F (28) beralamat di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, F selaku terlapor datang ke Polsek Tapung bersama beberapa orang perwakilan warga yang menjadi korban penggelapan uang investasi ini pada Senin malam (3/5/2021).

Setelah dilakukan interogasi kepada F serta pemeriksaan terhadap para saksi, pihak penyidik Polsek Tapung kemudian menetapkan F sebagai tersangka, lalu menangkap dan mengamankannya untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kejadian ini berawal sekira bulan Februari tahun 2020 lalu, saat itu Ridwansyah (pelapor) bersama Nefri dan F (Terlapor) yang merupakan perwakilan korban investasi sapi perah, menjumpai Andi selaku Meneger CV JMM.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk menanyakan realisasi pengembalian uang investasi sapi perah, saat itu disepakati untuk dikembalikan kepada warga uang investasi tersebut dengan cara menjual aset perusahaan.

Selanjutnya sekira bulan Juni 2020, dilakukan penjualan terhadap 3 aset milik CV JMM seharga Rp 1.075.000.000, kemudian disepakati uang sejumlah Rp 275 juta sebagai biaya transportasi / akumodasi dalam pengurusannya, sementara sisanya sebesar Rp 800 juta dimasukkan ke Rekening Bank Mandiri atas nama F yang dipegang langsung oleh F (tersangka) menjelang dibagikan kepada masyarakat yang berinvestasi.

Kemudian pada (27/4/2021) sekira pukul 14.00 Wib, bertempat di Cafe Juice Aulia Restro di Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung, dilakukan pertemuan oleh perwakilan investor yaitu Ridwansyah, tersangka F dan Nefri serta beberapa orang lainnya untuk membicarakan pembagian uang sejumlah Rp 800 juta tersebut kepada masyarakat.

Saat itu F (terlapor) mengatakan bahwa uang tersebut sudah habis terpakai olehnya, kemudian pada (30/4/2021) sekira pukul 13.00 Wib, kembali dilakukan mediasi di rumah tersangka F di Jalan Paus Pekanbaru yang disaksikan pihak keluarganya, dari hasil mediasi ini disepakati untuk diselesaikan lewat jalur hukum.

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com