Terkait Lampirkan Dokumen Palsu, Oknum Penghulu Teluk Mega Ditetapkan Sebagai Tersangka

Samsul
1.024 view
Terkait Lampirkan Dokumen Palsu, Oknum Penghulu Teluk Mega Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kapolres Rohil, AKBP. Nurhadi Ismanto SH SIK.

ROHIL, datariau.com - Setelah menjalani proses yang begitu panjang, M yang merupakan oknum Penghulu Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih, ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap oleh tim Sat Reskrim Polres Rokan Hilir atas dugaan melampirkan dan membuat surat keterangan tidak pernah dipidana yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Rohil, sebagai persyaratan pencalonan diduga dokumen palsu yang digunakannya saat ikut mencalon pemilihan penghulu.

Informasi dirangkum, sebelumnya tim Reskrim Polres Rohil terus melakukan penyidikan semenjak kasus itu dilaporkan oleh calon penghulu lainnya, dan bahkan sampai pada Sabtu (8/4/2021) kemarin tim memeriksa oknum tersebut.

Mungkin karena bukti-bukti dan keterangan telah memenuhi unsur, sehingga pada akhirnya malam harinya oknum itu dijebloskan ke penjara Mapolres Rohil.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK saat dikonfirmasi pada Ahad (9/5/2021) membenarkan tentang penahanan M selaku oknum Penghulu Teluk Mega oleh Sat Reskrim Polres Rohil.

"Benar telah diamankan terkait hal pemalsuan dokumen, dan saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh personil. Nanti kami akan kirim laporan singkat (lapsik) proses penagkapannya," kata Nurhadi.

Sebelumnya, Afrizal SH selaku Calon Penghulu Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) nomor urut 3, pernah meminta kepada Bupati Rohil untuk melakukan penundaan terhadap pelantikan Penghulu Kepenghuluan Teluk Mega terpilih.

Pasalnya, terhadap hasil pemilihan masih dalam proses keberatan yang disampaikan oleh Calon Penghulu Nomor urut 3 tersebut.

"Sebagaimana disampaikan secara lisan pada saat sidang pleno di tingkat kepenghuluan dan juga disampaikan secara resmi melalui panitia pengawas tingkat kepenghuluan, namun terhadap keberatan yang disampaikan belum ada sama sekali kepastian hukumnya sampai saat ini," kata Afrizal SH, Senin (18/1/2021) silam.

Padahal, lanjutnya, keberatan yang disampaikan telah ditanggapi oleh panitia pengawas kepenghuluan dan selanjutnya diteruskan panitia pengawas tingkat kepenghuluan kepada Camat Tanah Putih selaku panitia monitoring tingkat kecamatan.

"Oleh pihak Kecamatan Tanah Putih kemudian meneruskan ke tingkat Kabupaten Rohil, yang dalam hal ini panitia monitoring dari dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dengan alasan pihak kabupaten tidak ada membentuk panitia di tingkat kecamatan, sehingga mereka hanya meneruskan saja," papar Afrizal saat itu.

Lanjut Afrizal, dia menilai adanya kelalaian dari panitia melaksanakan tugasnya tanpa aturan yang telah ditetapkan.

"Disini saya juga berpendapat panitia monitoring sengaja untuk tidak memproses keberatan tersebut tanpa alasan yang jelas, padahal sudah kita surati bapak Bupati Rohil melalui dinas terkait, namun sampai hari ini tidak ada tanggapan yang baik dari panitia monitoring, bahkan mereka malah ingin tetap melantik penghulu yang terpilih tanpa memproses keberatan tersebut," ungkapnya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com