Protokol Kesehatan

Setoran SPPT Dapat Dibayarkan Lewat Transaksi ATM dan E-Channel Bank Riau Kepri

Hermansyah
354 view
Setoran SPPT Dapat Dibayarkan Lewat Transaksi ATM dan E-Channel Bank Riau Kepri
Gambar: ilustrasi setoran SPPT.

SIAK, datariau.com - Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) perorangan, usaha atau perusahaan. Bank Riau Kepri dan Pemkab Siak telah bekerjasama memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Bank Riau Kepri bersama Pemkab Siak sepakat teken nota kesepahaman (MoU), memberikan kemudahaan dalam bertransaksi membayar pajak daerah (PBB-P2), melalui ATM dan E-Channel BRK ditambah dengan kehadiran para 'Agen Laku Pandai Bank Riau Kepri' saat ini.

Dimana pembayaran PBB melalui E-Channel dikenakan biaya administrasi sebesar Rp3.000/transaksi, setoran yang diminta pegawai frontliner BRK per-SPPT yang dimaksud, bila petugas desa/kelurahan menitipkan PBB global/kolektif kepada pegawai frontliner.

Dikatakan petugas SPPT-PBB desa/kelurahan Kampung Tualang Khalid, Rabu (2/9/2020) mengatakan seharusnya petugas tidak menolak setoran PBB global/kolektif dari petugas. Dan pegawai meminta agar SPPT itu dikembalikan kepada masyarakat dan dibayarkan perorangan.

"Intruksinya seperti itu, dikumpulkan di desa (global). Nanti baru desa yang menyetorkan ke Bank kan begitu, dan sesampainya di Bank petugas tidak mau menerimanya, dan harus membayarkanya masing masing," kata Khalid.

"Sesuai intruksi BKD Siak, setelah dikumpulkan secara global kemudian di setorkan ke Bank, mau menerima tetapi membayar sebesar Rp3.000/SPPT tersebut. Seharusnya mereka kerjasama dengan pemerintah," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Ka.BKD Kabupaten Siak melalui Kabid Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kabupaten Siak Syafrul dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (2/9/2020) mengatakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB) tahun 2020 itu cuma kurang penyampaian saja.

"Sebelumnya saya juga sudah menghubungi pimpinan BRK Siak, sebenarnya ini miskomunikasi saja. Untuk persoalan itupun sudah selesai, cuma kita yang terlambat dalam menyampaikanya kebawah, baik ke desa/kelurahan kepada penyetor pajak atau masyarakat," kata Syafrul.

Dalam hal ini, kata Syafrul, tentunya kita meminta kepada petugas Bank Riau Kepri baik teller ataupun Costumer Service (CS) itu, dalam penyampaianya tentunya dengan jelas juga dapat dipahami kepada petugas desa/kelurahan agar tidak terjadi ke keliruan (miskomunikasi)

"Soal biaya bagi penyetor pajak yang dimaksud itu, memang terlambat menyampaikan biaya yang dikenakan jika transfer ATM atau melalui galeri Alfamart sebesar Rp3.000 itu merupakan beban biaya transfer (administrasi)," jelasnya.

Sementara itu Kepala Cabang Pembantu (Ka.Capem) Perawang Bank Riau Kepri Rio Karnanda tidak menampik hal tersebut, dia mengatakan seperti yang disampaikan oleh Bapak Syafrul tadi, bahwa ini adalah miskomunikasi.

Dijelaskan Ka.Capem Rio Karnanda kepada datariau.com pada Rabu (2/9/2020) itu bukanlah biaya yang diminta. Dia menjelaskan sama halnya jika membeli token listrik maupun pulsa maka dikenakan biaya administrasi.

"Kita pihak BRK, dalam hal ini frontliner (teller/costumer serivice) melayani semua bentuk penerimaan pajak, baik pajak daerah maupun pajak negara tanpa membatasi jumlah yang masuk atau jumlah antrian wajib yang menyetorkan," kata Rio Karnanda saat ditemui di ruangnya Rabu siang.

Namun, dikatakan pria kelahiran 1979 itu, masa pandemi covid-19 saat ini, sesuai anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadinya kerumunan nasabah antri untuk menyetorkan pajak, apalagi saat ini Tualang darurat wabah covid-19.

"Pada November 2019 lalu, BRK sudah MoU dengan Pemkab Siak dengan memberikan kemudahan dalam penyetoran atau bertransaksi membayar pajak daerah dengan melalui produk E-Channel," jelas Rio.

Dimana kemudahan dalam melakukan pembayaran PBB ini, juga dapat dilakukan di 'Agent Laku Pandai BRK' yang terdapat di masing masing desa atau daerah terisolir seperti, Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak.

Sehingga nasabah tidak perlu lagi ke teller untuk men berlama lama mengantri di counter teller menunggu giliran.

Hal ini, dikatakan Rio untuk mengoptimalkan atau membantu program Pemerintahan Kabupaten Siak dalam pencapaian target pembayaran pajak daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kemudahan yang disajikan melalui E-Channel BRK terhadap semua transaksi penerimaan pajak dapat dilakukan melalui aplikasi seperti, Link Aja, Go-pay, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, dan Galeri Alfamart beserta mesin ATM, dan mesin EDC," ungkap dia.

Selain itu, terang Rio, mesin ATM dan mesin EDC, ataupun melalui aplikasi Go-pay, Link Aja, Bukalapak, Traveloka dan pada galeri Alfamart, maka nasabah atau pembayar pajak dikenakan biaya administrasi sebesar Rp3.000.

Namun penerimaan pajak yang disetorkan melalui counter teller sendiri tidak di kenakan biaya administrasi oleh pihak BRK. Dimasa pandemi saat ini semua pegawai frontliner BRK menyarankan dan mengedukasikan nasabah hendaknya bertransaksi melalui E-Channel BRK.

"Sebelumnya BRK bekerjasama dengan pemerintah dengan MoU pada November 2019 lalu. Dalam hal ini, tentunya telah sampai ke petugas kolektif maupun masyarakat, bahwa pembayaran dapat dilakukan melalui ATM dan E-Channel BRK," tandasnya.

Kepala Cabang Pembantu (Ka.Capem) Perawang Bank Riau Kepri Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Rio Karnanda menegaskan, jelas telah disampaikan pada SPPT-PBB tersebut, setoran PBB dapat dibayarkan melalui mesin ATM dan E-Channel Bank Riau Kepri oleh penyetor atau pembayar pajak.

"Tempat pembayaran juga sudah sangat jelas pada SPPT-PBB, pembayaran dapat dilakukan melalui mesin ATM dan E-Channel BRK, disini tentunya dikenakan biaya administrasi," imbuh Rio.

"Dan bila petugas ingin menitipkan pajak secara global/kolektif ke pegawai frontliner maka tetap diterima tanpa penolakan dalam penyetoran pajak ini," jelasnya.

Di frontliner, Rio Karnanda menambahkan, BRK saat ini menyediakan 5 unit mesin EDC di luar mesin ATM, dan bagi nasabah yang ingin melakukan pembayaran (setoran) tidak lagi harus menunggu antrian di counter teller.

"Pegawai kami siap memandu serta mengedukasi bagi petugas ataupun masyarakat yang ingin melakukan penyetoran melalui mesin ATM, EDC atau E-Channel BRK," pungkasnya.(Eman)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com