Seorang Remaja Alami Gejala Covid-19 Langka, Peradangan Organ Dalam hingga Gagal Jantung

Reza
227 view
Seorang Remaja Alami Gejala Covid-19 Langka, Peradangan Organ Dalam hingga Gagal Jantung
Tribunnews.com
Zechariah Arredondo, remaja 17 tahun berjuang untuk hidup di ruang perawatan intensif setelah dirinya mengalami sindrom langka yang disebabkan oleh virus corona
DATARIAU.COM - Seorang remaja 17 tahun berjuang untuk hidup di ruang perawatan intensif setelah dirinya mengalami sindrom langka yang disebabkan olehviruscorona.

Sindrom langka itu membuat organ tubuhnya meradang hingga berujung gagal jantung.

Seperti yang dilansir Mirror, Zechariah Arredondo dan tiga anggota keluarganya lainnya didiagnosis positif Covid-19 pada bulan Agustus.

Namun gejala yang dialami Zechariah sedikit berbeda. Ia mengalami gejala Multi Inflammatory Syndrome. Ia awalnya sembuh dari semua gejala, kata ibunya, Rachelle.

Tetapi sebulan kemudian, putranya menjadi sakit parah hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. "Saya berbaring di sana dan rasanya seperti jatuh," kata Zechariah, warga Lubbock, Texas.

"Pada satu titik, saya pikir saya sudah mati." Zechariah mengalami demam yang membuat suhunya meroket hingga lebih dari 39 derajat Celcius. Ia juga menderita diare sebelum didiagnosis dengan MIS-C.

MIS-C adalah sindrom yang ditemukan pada anak di bawah 18 tahun sekitar tiga minggu setelah mereka terjangkitviruscorona.

Rachelle mengatakan kepada media lokal KAMC 6 bahwa dia tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan Zechariah sebelum membawanya ke University Medical Center pada 2 Oktober.

Di sana, Zechariah menghabiskan lima hari di bangsal ICU setelah menderita gagal jantung. "Setiap organ mengalami peradangan di dalamnya," kata Zechariah.

"Semuanya membesar sehingga jantung berhenti karena jantung tidak dapat memompa dengan benar."

"Ini seperti skenario kasus terburuk." Ibunya menambahkan bahwa kelangsungan hidup putranya baikan "keajaiban sejati," Ujarnya.

Beruntung, remaja tersebut kini telah kembali ke rumah di mana dia mengambil bagian dalam pelajaran sekolah virtual.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sindrom peradangan multisistem pada anak-anak adalah suatu kondisi bagian tubuh yang berbeda dapat meradang, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.

Anak-anak dengan MIS-C mungkin mengalami demam dan berbagai gejala, termasuk sakit perut (usus), muntah, diare, sakit leher, ruam, mata merah, atau merasa sangat lelah.

Dokter Sebut 8 Jenis Ruam Kulit Ini Bisa Jadi Pertanda Gelaja Virus Corona, Terutama pada Anak-anak

Ruam bisa menjadi tanda yang lebih dapat diandalkan untuk mengetahui gejalaviruscoronadaripada demam atau batuk, terutama pada anak-anak, ungkap para peneliti.

Dilansir Mirror, pakar King's College London yang mengoperasikan aplikasi Covid Symptom Tracker, sekarang ingin ruam ditambahkan ke daftar gejala Covid-19 resmi.

Mereka telah mengidentifikasi delapan jenis ruam yang berbeda yang mungkin ada kaitannya denganCovid-19.

Temuan didapatkan setelah adanya peningkatan pengguna aplikasi Covid Symptom Tracker yang dilaporkan menandai kondisi kulit mereka.

Sembilan persen dari mereka yang dites positif mengalami ruam di tubuh, jari tangan atau kaki mereka. Data juga menunjukkan ruam dua kali lebih umum pada anak-anak daripada orang dewasa.

Ruam dapat muncul sebelum, selama, dan setelah gejala virus lainnya, terkadang terpisah berminggu-minggu. Dalam 21 persen kasus, ruam adalah satu-satunya gejala.

Bekerja sama dengan British Association of Dermatologists, para ilmuwan dari KCL mengumpulkan galeri 400 gambar setelah menerima ribuan contoh ruam.

Berikut adalah 8 jenis ruam yang kemungkinan besar berkaitan denganCovid-19.

1. hive-type rash (urticaria)

Ruam ini ditandai dengan benjolan yang timbul dan gatal di bagian mana pun dari tubuh.

2. 'Prickly heat' atau chickenpox-type rash

Biasanya berada di siku dan lutut, serta punggung tangan dan kaki.

3. Covid fingers and toes' (chilblains)

Terdiri dari benjolan kemerahan atau keunguan di jari tangan atau kaki yang bisa sangat nyeri.

4. Pityriasis rosea

Bintik-bintik akut yang bisa musiman dan mungkin berasal dari virus dengan lebih banyak orang melaporkan mengalaminya selama pandemi.

5. Eczema leher dan dada


Sering kali berwarna merah muda dan gatal.

6. Sore mouth


Ditandai dengan bintik merah tua atau keunguan, yang menyebabkan bercak seperti memar.

8. Exanthem

Ruam yang simetris berupa bercak atau benjolan kemerahan, biasanya disertai penyakit virus.

Tim ahli yang sama sebelumnya berhasil membujuk pemerintah untuk menambahkan gejala hilangnya indera perasa dan bau pada daftar gejala.

Konsultan dokter kulit Veronique Bataille, memimpin studi kulit virus corona. Ia mengatakan kepada The Sun: "Penelitian kami menunjukkan bahwa ruam lebih dapat memprediksi Covid-19 dari pada demam dan batuk, terutama pada anak-anak."

"Kami menemukan bahwa satu dari enam anak mengalami ruam tanpa gejala klasik lainnya," Ujarnya.

"Untuk sebagian besar, ruam Covid-19 berlangsung selama beberapa minggu dan akhirnya hilang."

"Dalam beberapa kasus, obat yang diresepkan mungkin diperlukan jika ruamnya sangat gatal."

Sementara itu, ahli epidemiologi KCL Profesor Tim Spector mengatakan melalui jutaan pengguna aplikasi, dia dan timnya dapat "mengonfirmasi hubungan antara ruam kulit dengan gejalaCovid-19 lainnya".

Ia mengatakan menambahkan ruam kulit ke dalam daftar gejala "akan mengurangi infeksi dan menyelamatkan nyawa". (*)
Sumber
: https://m.tribunnews.com/internasional/2020/10/27/remaja-17-tahun-alami-gejala-covid-19-langka-peradangan-pada-organ-dalam-hingga-gagal-jantung?page=4
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com