Sejarah Pemandian Air Panas di Kecamatan Pangkalan Lesung Pelalawan

Datariau.com
397 view
Sejarah Pemandian Air Panas di Kecamatan Pangkalan Lesung Pelalawan

DATARIAU.COM - Pemandian air panas yang terletak di Dusun Tambun, Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung yang sekarang berada di areal Hak Guna Usaha perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan besar di daerah ini, sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat daerah Kabupaten Pelalawan pada umumnya.

​Namun ketenarannya itu tak sejalan dengan keberadaan sejarahnya. Karena kebanyakan masyarakat hanya mengetahui mengenai pemandian ini sebagai tempat destinasi wisata juga sekaligus tempat pengobatan, khususnya untuk pengobatan penyakit kulit, karena air panas alami di pemandian tersebut memiliki kandungan belerang di dalamnya.

Lalu bagaimana dengan sejarahnya?

​Salah satu penduduk asli kelahiran Pangkalan Lesung, Pak Evi, Senin (2/11/2020), mengatakan bahwa menurut sejarah lisan yang didapatkannya secara turun temurun dari nenek moyangnya, sumber air panas alami ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1945-1946 setelah kemerdekaan. Dahulu akses jalanan yang ada untuk menuju ke air panas ini adalah jalan setapak hutan bila melalui darat, dan karena daerah air panas ini dekat dengan sungai Batang Napu maka ada pula yang lewat jalur air yaitu dengan melewati sungai.

Karena sulitnya akses jalan pada zaman dahulu inilah sehingga jarang masyarakat yang datang ke tempat pemandian air panas ini. Sehingga air panas inipun terjaga kelestariaan alamnya.

Dahulunya sewaktu belum direnovasi dan masih dalam keadaan alaminya, di dalam pemandian air panas yang berbentuk kolam ini ada kayu besar yang melintang di bagian tengahnya sehingga membagi pemandian air panas ini menjadi dua bagian, di bagian pertama airnya hangat, sedangkan di bagian kedua airnya sangat panas, namun setelah dilakukan renovasi kayu tersebut diangkat dan airnya menjadi tergabung dan bersuhu sangat panas.

Ada keunikan tersendiri dari tempat pemandian air panas ini yaitu aliran air dari pemandian air panas ini yang berbentuk seperti kolam mengalir ke parit di sebelahnya, namun di parit tersebut meskipun airnya bersuhu sangat panas juga, namun makhluk hidup seperti ikan sepat siyam, bahkan kangkung dapat hidup di dalamnya. (ril)

Penulis: Sina Anisah (Mahasiswi S1 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Riau)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com