Rumah Kediaman Sultan Syarif Harun, Objek Wisata Bersejarah di Kabupaten Pelalawan

Datariau.com
342 view
Rumah Kediaman Sultan Syarif Harun, Objek Wisata Bersejarah di Kabupaten Pelalawan

DATARIAU.COM - Pelalawan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Pelalawan merupakan daerah yang memiliki sejarah tentang Kerajaan Islam yaitu Kerajaan Pelalawan.

Kerajaan Pelalawan terletak di Desa Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Kerajaan Pelalawan adalah kerajaan yang bercorak melayu yang ada di pesisir timur pantai Sumatera.

Kerajaan Pelalawan berawal dari Kerajaan Pekantua dengan raja pertamanya Maharaja Indera dan sampai berganti nama dengan kerajaan Pelalawan dengan raja terakhirnya yaitu Sultan Syarif Harun.

Sultan Syarif Harun lahir pada Tahun 1911 dan mangkat pada tahun 1959. Beliau mangkat di usia 48 tahun. Sultan Syarif Harun adalah Putera Mahkota Kerajaan Pelalawan.

Tengku Syarif Harun adalah seorang putera satu-satunya dari istri keduanya Sultan Syarif Hasyim II. Kemudian tidak hanya itu Sultan Syarif Harun disekolahkan di HIS Siak Inderapura, kemudian setelah itu melanjutkan pendidikan ke Kantor Resident Sumatera Utara Medan.

Dua tahun magang di Kantor Controleur Selat Panjang kemudian baru kembali ke Pelalawan dan diangkat menjadi Raja di Kerajaan Pelalawan pada tahun 1940-1945.

Sultan Syarif Harun memiliki kediaman yang berada dekat dengan Istana Sayap, kediaman beliau bisa disebut Istana Peraduan Raja.

Kediaman Sultan Syarif Harun bisa dikatakan sederhana karena beliau merupakan Raja yang terkenal sederhana, membaur dengan masyarakat dan sangat dermawan.

Beliau selalu terbuka untuk semua orang dan beliau selalu menerima siapapun yang menghadap.

Arsitektur bangunan Kediaman Sultan Syarif Harun dihiasi ukiran bercorak melayu yang khas dengan warna kuning keemasan dan cat yang berwarna putih, untuk ukuran rumahnya tidak terlalu besar, lalu tepat di depan sisi kanan dan kiri rumah beliau terdapat dua buah meriam kecil.

Tengku Yuslimuddin selaku anak dari penjaga Kediaman Sultan Syarif Harun mengatakan bahwa rumah tersebut sudah dilakukan renovasi karena pada saat ditemukan hanya pondasi tiang dan atap yang tersisa serta bagian dalam rumah ini tidak ada benda-benda peninggalannya.

Sekarang rumah ini tidak dibuka setiap hari namun jika ada yang ingin melihat kondisi bagian dalamnya harus izin terlebih dahulu sama penjaganya dan harus menjaga etika.

Peninggalan-peninggalan lainnya seperti Masjid Hibah, Meriam Kerajaan, Komplek Pemakaman Raja, Pesanggerahan Panglima Kudin, dan Museum Tengku Said Oesman juga berada dekat satu dengan yang lainnya bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Namun sangat disayangkan banyak peninggalan-peninggalan kerajaan yang kurang dilestarikan dan sekarang kondisinya kurang bagus dan tidak terawat.

"Harapan saya sebagai warga asli Pelalawan agar peninggalan-peninggalan sejarah Kerajaan Pelalawan lebih dilesatarikan lagi dalam arti kata dirawat dan dipercantik, supaya Pelalawan bisa menjadi tempat wisata yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan karena masih banyak lagi benda-benda peninggalan kerajaan," sebut Ahmad Ali salah satu warga asli yang berada di sana.

Penulis: Hany Pratiwi (Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Riau)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com