Presiden Filipina Dinilai Tiru Gaya Soeharto Berantas Komunis

Admin
163 view
Presiden Filipina Dinilai Tiru Gaya Soeharto Berantas Komunis

DATARIAU.COM - Philip Jamilla, petugas hubungan masyarakat (humas) Karapatan, organisasi pembela hak asasi manusia di Filipina, menyatakan bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengikuti gaya Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto, untuk memberantas komunis di negaranya.

Rodrigo Duterte menggaungkan pembantaian komunis di Filipina beberapa hari lalu.

Rodrigo Duterte bahkan terang-terangan menyatakan tak peduli dengan hak asasi manusia untuk membantai komunis.

"Saya katakan kepada polisi dan militer, apabila mereka menemui komunis dan kebetulan sedang bawa senjata, bunuh dia. Pastikan kamu membunuh dia," sebut Duterte.

"Lupakan soal hak asasi manusia. Ini perintah. Andai saya masuk penjara karena itu, tak jadi masalah," ucapnya lagi.

"Saya tak pernah ragu dalam memerintahkan sesuatu yang memang harus dilakukan."

Berbagai organisasi hak asasi manusia menyatakan bahwa Rodrigo Duterte membentuk badan khusus untuk membantai komunis di negaranya.

Namun, pemerintahan di bawah Rodrigo Duterte juga kerap mencap orang-orang yang kritis terhadap pemerintah seperti jurnalis, akademisi, hingga aktivis sebagai "komunis".

Philip Jamilla mengingatkan agar masyarakat Filipina waspada dengan pembantaian terhadap komunis yang digaungkan Duterte karena preseden pernah ada di Indonesia.

"Rodrigo Duterte baru saja memberikan perintah kepada polisi dan militer untuk memberantas komunis: "bunuh mereka semua." Silakan baca apa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1960-an ketika pemerintah mereka memutuskan untuk membunuh dan memusnahkan semua komunis," cuit Philip Jamilla melalui akun Twitter pribadi miliknya, @pmjamilla pada 6 Maret 2021.

Philip Jamilla juga mengatakan bahwa perintah untuk membantai komunis sudah diinstruksikan Rodrigo Duterte kepada militer sejak 2 tahun lalu.

"Mereka diperintahkan untuk meniru gaya Soeharto, yang membunuh jutaan orang pada 1960-an, demi membantai komunis. Strategi fitnah dan kekerasan yang sama sudah mulai berjalan di sini," cuitnya.

Golongan komunis di Filipina diketahui telah bertentangan dengan pemerintah sejak tahun 1968.

Menurut keterangan militer Filipina, perseteruan antara pemerintah dan golongan komunis selama 53 tahun itu sudah memakan lebih dari 30.000 korban jiwa.

Source: pikiran-rakyat.com

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com