Pengendalian Karhutla di Riau, Alfedri: Dari DBHDR Pemkab Siak Anggarkan Pengadaan Alat Pemadaman

Hermansyah
104 view
Pengendalian Karhutla di Riau, Alfedri: Dari DBHDR Pemkab Siak Anggarkan Pengadaan Alat Pemadaman
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi saat mengikuti rakor pengendalian karhutla di Provinsi Riau.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi bersama unsur Forkompimda mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau secara virtual.

Rakor penanganan karhutla ini, dipimpin langsung oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi, Wakil Gubernur Riau Edi Natar beserta unsur Forkompimda Provinsi Riau.

Pembukaan rapat koordinasi dengan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Provinsi Riau melalui virtual, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, ada beberapa arahan dari Presiden RI Joko Widodo terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Terkait dengan pengendalian karhutla, Presiden RI Joko Widodo memberikan beberapa arahan, dan pedoman dalam menangani kebakaran hutan dan lahan," ucap Syamsuar.

Arahan ini, diantaranya prioritas upaya pencegahan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot dan patroli lapangan.

Selanjutnya, monitoring dan pengawasan harus sampai kebawah, libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa dalam penanganan karhutla. Mengajak tokoh agama dan masyarakat dalam memberikan edukasi terus menerus.

Dan kemudian cari solusi yang permanen agar koorporasi dan masyarakat dalam membuka lahan dengan tidak membakar. Penataan ekosistem lahan gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan.

Dan seterusnya, jangan biarkan api membesar harus tanggap dan jangan terlambat sehingga api sulit di kendalikan. Langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi, berikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera.

Dalam kesempatan itupula, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi melaporkan, bahwa ada beberapa titik api di Kabupaten Siak sampai saat ini, berjumlah 28 titik dengan total lahan yang terbakar lebih kurang sekitar 79 haktare.

"Sesuai laporan dari Dasboard aplikasi pemantau titik api (lancang kuning), di Siak hari ini memang benar masih ada terdapat 4 titik api, yakni di Kampung Temusai Bungaraya," sebut Bupati Siak itu.

"Dan Alhamdulillah titik api ini, telah dapat dikendalikan dengan cara membuat skat bakar. Mudah mudahan dalam 1 atau 2 hari kedepan api sudah padam," jelas Alfedri.

Terkait penanganan karhutla di Kabupaten Siak, Pemkab Siak telah melaksanakan rapat koordinasi bersama unsur Forkompimda maupun pihak kecamatan dan unsur terkait lainnya pada 10 Februari 2021 lalu.

"Selain itu, kami telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat karhutla dari tanggal 1 Februari-31 Oktober 2021 mendatang," jelasnya.

Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Siak mendapatkan dukungan kanal blocking dari BRG sebanyak 25 yang berada di Kecamatan Koto Gasib, Mempura dan Bungaraya.

"Jadi total keseluruhan kanal blocking di Siak berjumlah 279 kanal. Sementara untuk embung di Siak berjumlah 103," ungkap Alfedri di ruang Bandar Siak lantai II kantor Bupati Siak, pada Selasa (8/3/2021).

Bupati Siak itu menjelaskan, bahwa tahun 2021 ini, Pemkab Siak telah menganggarkan pengadaan alat pemadaman karhutla yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR), yang telah di verifikasi dan di validasi oleh tim Kementerian Kehutanan.

"Alat itu, diantaranya mobil water bombing sebanyak 5 unit, mobil angkutan logistik, dan orang sebanyak 6 unit serta mobil angkutan peralatan sebanyak 6 unit," pungkasnya.

Selain mobil, juga telah dianggarkan sebanyak 74 unit pompa mesin seperti, pompa induk sebanyak 6 unit, pompa jinjing sebanyak 44 unit, pompa apung sebanyak 6 unit dan pompa tunggu sebanyak 18 unit beserta kendaraan roda dua sebanyak 12 unit.(*)

Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com