Pemkab Siak, Pengadilan Agama dan Kemenag Teken MoU Mudahkan Sidang Itsbat Nikah Terpadu

Hermansyah
113 view
Pemkab Siak, Pengadilan Agama dan Kemenag Teken MoU Mudahkan Sidang Itsbat Nikah Terpadu
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi teken MoU permudahkan sidang istbat nikah terpadu bersama Pengadilan Agama dan Kemenag Siak.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi apresiasi Pengadilan Agama, Kemenag dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Siak, berinovasi memberikan pelayanan keliling sidang itsbat nikah terpadu di Kabupaten Siak.

Hadir pada giat itu, Sekda Siak, Kepala Kementrian Agama Siak, Wakil Ketua Pengadilan Agama, para Asisten, pimpinan OPD, para Camat, para penghulu dari delapan kecamatan, MUI Siak, Forum Anak Kabupaten Siak, Organisasi Sosial, organisasi keagaman serta puluhan para peserta sosialisasi.

Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan keabsahan, identitas dan kepastian hukum atas dokumen penduduk dan peristiwa penting yang di alami oleh masyarakat di Kabupaten Siak.

"Baru saja kita bersama menyaksikan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima instansi, inovasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik," ucap Alfedri.

"Karena alam praketnya masih banyak masyarakat melaksanakan pernikahan secara agama sah, namun tidak tercatat di instansi terkait. Atau nikah siri atau nikah dibawah tangan. Oleh karena itu, kita banyak mendapat laporan dari masyarakat meminta di adakan sidang itsbat, tentu ini harus kita fasilitasi, demi menyelaraskan hukum islam dengan hukum negara," ujar Alfedri saat membuka acara itu di kantor Bupati Siak, pada Senin (8/3/2021).

Akibat dari pernikahan seperti ini, masyarakat tidak mempunyai dokumen pernikahan yang sah atau akte nikah, sehingga menyulitkan mereka dalam berurusan dengan instansi publik terutama menyangkut masalah status pernikahan dan status anak dari hasil pernikahan mereka.

"Dampak dari pernikahan yang tidak tercatat ini, anak anak dilahirkan tidak mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya, hal ini sesuai dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 43 ayat 1 yang menyatakan anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya," sebutnya.

Karena itu, pemerintah memberikan kemudahan bagi warga yang telah menikah namun tidak dapat membuktikan akte nikah. Tahun ini, Pemkab Siak melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerjasama dengan Pengadilan Agama, Kementrian Agama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Dinas Kesehatan kabupaten Siak.

"Kerjasama di maksud dalam rangka pemanfaatan data kependudukan, dan penerbitan akta kelahiran secara online langsung di rumah sakit Tengku Rafi'an dan puskesmas yang ada di Kabupaten Siak," jelas Alfedri.

"Kami ingatkan bagi ibu ibu yang baru selesai melahirkan di rumah sakit, dan puskesmas, setelah di izinkan pulang ke rumah oleh dokter atau bidan dapat langsung membawa kutipan akte kelahiran," tandasnya.

Untuk tahap awal ini, sebut Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, pemerintah menganggarkan bagi 400 pasang warga yang berasal dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Siak.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Siak Wahid Baihaki menyampaikan, dengan adanya program sidang itsbat, nikah atau pengukuhan oleh pengadilan agama, sehingga pernikahan sirri atau tidak tercatat itu tidak hanya sah menurut agama tetapi juga di akui dan dilindungi oleh negara.

"Dengan adanya itsbat nikah pasangan suami istri telah dijamin, dan dilindungi oleh hak hak dalam undang undang, baik hak untuk di lindungi oleh negara, hak waris, hak hak anak, hak sengketa pernikahan dan lain lain," sebut Wahid Baihaki.

Dan untuk pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Siak seperti kartu keluarga, e-KTP, akte kelahiran, akte perkawinan, akte kematian dan lain lain.

Semua dokumen kependudukan ini, dapat diterbitkan terlebih dahulu, harus memenuhi syarat yang terpenting adalah akte nikah atau akte kawin orang tua.

Bagi pemohon sidang istbat yang pemohonanya dikabulkan oleh Hakim, setelah di catat oleh KUA, maka peserta dapat membawa pulang kutipan akta nikah dan kutipan akta kelahiran anak anaknya dengan tanpa dipungut biaya atau gratis.(*)

Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com