Jelang Idul Fitri 1442 H

Pemkab Siak, Forkompinda dan Instansi Vertikal Gelar Rakor Penanggulangan Penyebaran Covid-19

Hermansyah
178 view
Pemkab Siak, Forkompinda dan Instansi Vertikal Gelar Rakor Penanggulangan Penyebaran Covid-19
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi pimpin rapat koordinasi terkait surat edaran Mendagri dan Menag jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijiriah.

SIAK, datariau.com - Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijiriah beberapa hari kedepan, Pemkab Siak menggelar rapat koordinasi secara virtual bersama unsur Forkopimda dan instansi vertikal, lintas OPD di lingkungan Pemkab Siak.

Dan tak lupa pula Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Kewaspadaan Dini beserta seluruh Camat dan Upika pada Kamis (7/5/2021).

Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi dari Command Center Siak Live Room merupakan tindaklanjut dari sejumlah rapat yang telah dilaksanakan sebelumnya baik bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.

Dimana pada rapat-rapat sebelumnya telah membahas sejumlah langkah pengendalian penyebaran wabah covid-19, di antaranya terkait pembatasan mudik lebaran serta pelaksanaan ibadah keagamaan.

Alfedri menyebutkan fokus pemerintah pusat dan daerah pada saat ini dalam rangka pengendalian penyebaran covid-19 salah satu penegakan disiplin di tengah masyarakat.

Soal lain yang harus ditindaklanjuti, menurutnya adalah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Secara Mikro yang telah berlaku sejak 4-17 Mei 2021 dan berlaku secara nasional.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyampaikan kondisi terakhir penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak hingga tanggal 5 Mei 2021 lalu, dimana angka yang terkonfirmasi positif hingga mencapai angka 3.581 orang, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 2.921 dan meninggal dunia mencapai 92 orang.

Saat ini warga Kabupaten Siak yang terkonformasi positif sebanyak 568 orang, yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Siak.

"Saat ini perkembangan kasus terakhir di Kabupaten Siak cenderung meningkat dengan jumlah rata-rata di atas 20 orang perhari. Jangan sampai kita celaka seperti yang terjadi di India," ucapnya saat memimpin rakor tersebut.

Lanjut Alfedri, saat ini India termasuk negara yang berhasil melaksanakan Lockdown Micro. Inilah yang akan ditiru dan di adopsi oleh Indonesia.

Namun keberhasilan itu membuat masyarakatnya jadi terlena dengan kondisi yang membaik dan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan, hingga sampai membuat kerumunan yang besar di sungai Gangga.

Akhirnya, kata Alfedri, di India kasus positif covid-19 semakin meningkat dan sulit untuk di kendalikan hingga mencapai ratusan ribu kasus perharinya.

"Nah, makanya kita di ingatkan dan mengambil sikap agar tidak terjadi seperti di India," kata Alfedri.

Untuk itu, menurutnya sejumlah langkah telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Siak bersama Forkompinda maupun instansi vertikal, dalam melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat Secara Mikro (PPKM) sejak 20 April-19 Mei 2021.

"Dasar pelaksanaanya adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 10 serta dari jumlah kasus maupun angka kematian yang terjadi," jelas dia.

Sedangkan acuan pembatasan kegiatan masyarakat yang lain adalah Surat Edaran Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021 tentang panduan ibadah ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijiriah.

Dalam surat itu menerangkan bahwa daerah zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah ramadan di masjid dan tetap menerapkan protokol kesehatan dan maksimal kapasitas rumah ibadah mencapai 50 persen.

"Sedangkan untuk daerah zona orange dan merah di arahkan untuk shalat di rumah," jelasnya.

Sehubungan dengan ditetapkannya Kabupaten Siak oleh Satgas Nasional sebagai daerah dengan status zona merah. Maka, kata Alfedri, Kabupaten Siak mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama belum dapat melaksanakan sholat Idul Fitri baik di lapangan ataupun di masjid.

Hal ini dikatakan Bupati Siak sudah menjadi hasil rapat bersama dengan Ketua DPRD Siak, Kapolres Siak, Kajari Siak, Ketua Pengadilan Negeri Siak, Ketua MUI dan Kepala Kantor Kementeri Agama Kabupaten Siak.

Alfedri berharap agar informasi ini disampaikan oleh masing-masing Camat, Lurah dan Penghulu dengan baik dan utuh, agar masyarakat dapat memahami akan kondisi yang sedang terjadi saat ini.

"Berdasarkan perkembangan kondisi penyebaran covid 19 akhir-akhir ini, dengan penuh keprihatinan kami sampaikan bahwa Pemkab Siak pada tahun ini belum dapat melaksanakan shalat Id baik di lapangan maupun di mesjid," ujar Alfedri.

"Demikian hendaknya di tingkat Pemerintahan Kecamatan, Kelurahan dan Kampung, termasuk pelaksanaan pawai dan takbiran. Dalam waktu dekat akan segera kita sebarkan imbauannya," ungkap dia.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak H Muharam dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan ibadah secara masal tidak hanya berlaku bagi umat muslim yang sedang menjalani ibadah ramadan saja, tetapi juga berlaku bagi umat non-muslim pada saat yang sama.

"Peringatan wafatnya Isa Al Masi yang diperingati umat Kristiani dan hari Waisak bagi umat Budha juga diperingati bersamaan dan berdekatan waktunya dengan hari raya Idul Fitri. Dan oleh karena itu, kebijakan pembatasan pelaksanaan ibadah secara masal juga berlaku bagi semuanya," tandasnya.

Dia mengatakan, Kementerian Agama dalam waktu dekat ini juga akan mengeluarkan surat edaran bagi umat non-muslim yang nantinya akan di ikuti di tingkat Kabupaten Siak dengan imbauan yang sama nantinya secara tersendiri.(*)

Sumber
: Datariau.com