Pelaku Korupsi Lai Xiaomin Dihukum Mati

Admin
235 view
Pelaku Korupsi Lai Xiaomin Dihukum Mati

DATARIAU.COM - Pengadilan di China menjatuhkan hukuman mati terhadap Lai Xiaomin, seorang bankir top yang juga pejabat Partai Komunis atas tuduhan korupsi dan melakukan bigami. Dia tenar karena memiliki sekitar 100 selingkuhan yang diberi properti.

Lai Xiaomin, yang sebelumnya adalah ketua salah satu perusahaan manajemen aset "empat besar" yang dikendalikan negara, China Huarong Asset Management Co, telah mengaku bersalah atas lusinan dakwaan.

Dia telah dituduh meminta hampir 1,79 miliar yuan (USD276,7 juta) untuk suap selama 10 tahun, periode ketika dia juga bertindak sebagai regulator.

Pengadilan Tianjin menyatakan Lai telah menyalahgunakan posisinya untuk mendapatkan suap sangat besar, dan situasinya "sangat serius," termasuk menerima suap untuk mendapatkan pekerjaan, promosi, atau kontrak bagi orang.

Dia juga dinyatakan bersalah atas bigami dan menggelapkan lebih dari 25 juta yuan dana publik. Bigami adalah praktik menikahi seseorang yang statusnya masih berumah tangga dengan orang lain. Di China, praktik seperti ini diancam penjara.

"Lai Xiaomin tidak taat hukum dan sangat rakus," bunyi pernyataan pengadilan kemarin, seperti dikutip The Guardian, Rabu (6/1/2021). Pengadilan menambahkan bahwa aset pribadinya disita dan hak politiknya dicabut.

Kasus ini mengejutkan China. Lai dilaporkan memiliki brankas dan lemari penuh uang tunai di dalam sebuah flat di Beijing yang dia juluki "supermarket".

Dia juga dilaporkan memiliki emas batangan dan mobil mewah, rekening bank atas nama Ibunya memegang ratusan juta yuan, dan lebih dari 100wanita selingkuhan yang dia berikan properti yang dikembangkan oleh anak perusahaan real estate Huarong.

Lai ditempatkan dalam penyelidikan pada April 2018 dan diusir dari partai Komunis China. Media pemerintah menyiarkan pengakuan rinci oleh Lai, yang mengatakan; "Saya tidak menghabiskan satu sen pun, dan hanya menyimpannya di sana...Saya tidak berani membelanjakannya."

Pengadilan Tianjin mengatakan kejahatan Lai sebagian besar terjadi setelah kongres ke-18 Partai Komunis China pada tahun 2012. Kongres itu juga telah menentukan masa jabatan Presiden Xi Jinping untuk jangka waktu yang lama. Selama kampanye Xi Jinping, jutaan pejabat telah diselidiki atau dihukum, dan ada tuduhan bahwa tindakan itu digunakan untuk menyingkirkan lawan politik.

Kampanye tersebut tidak banyak berpengaruh pada peringkat China dalam indeks korupsi global Transparency International, di mana negara itu duduk di peringkat 80 pada tahun 2020, tetapi telah memenangkan dukungan di antara penduduk, dengan 84 persen mengatakan kepada Transparency International bahwa pemerintah melakukannya dengan baik dalam menangani korupsi.

Source: Sindonews.com

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com