Pekerja PETI Terpaksa Ditembak Polisi di Kuansing, Warga Berharap Pemiliknya Ditangkap Juga

Admin
1.364 view
Pekerja PETI Terpaksa Ditembak Polisi di Kuansing, Warga Berharap Pemiliknya Ditangkap Juga

KUANSING, datariau.com - AS (36), seorang pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi terpaksa ditembak polisi, Kamis (18/2/2021) lalu. Ia ditangkap saat sedang bekerja di sebuah rakit PETI yang berada di Desa Seberang Taluk Hilir.

Setelah ditembak, aparat kepolisian langsung membawa AS ke RSUD Teluk Kuantan guna mendapatkan perawatan dan mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di kakinya.

Pasca operasi, AS langsung ditahan di Mapolres Kuansing dan polisi juga telah menyita perkakas mendulangnya.

Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto mengatakan, polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tindakan yang terukur yakni menembak kaki pelaku.

"Sudah diberikan peringatan. Pelaku pernah diproses hukum dengan perkara yang sama tahun 2013," ujar Henky ketika ditanya apakah penembakan sudah sesuai SOP.

Henky menegaskan bahwa pelaku sudah ditahan sejak Sabtu kemarin di Mapolres Kuansing guna proses hukum lebih lanjut.

Polres Kuansing terus berupaya untuk menertibkan penambangan emas tanpa izin.

Berbagai upaya telah dilakukan, baik pendekatan secara persuasif hingga penegakan hukum terhadap pelaku.

Namun, tindakan sepertinya tidak membuat jera para pelaku.



Masyarakat mengapresiasi langkah tegas dari kepolisian terhadap aksi perusakan lingkungan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Mereka berharap agar kepolisian terus melakukan tindakan hingga kepada para pemilik PETI.

"Saya meminta aparat penegak hukum jangan hanya menindak yang kecil saja tapi yang besar harus diberantas, kalau memang ingin menegakkan hukum jangan tebang pilih," kata salah seorang warga, Daniel Saragi saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Daniel berharap agar Kapolres Kuansing juga langsung turun tangan melihat persoalan yang saat ini terjadi di masyakarat, menindak pemilik tambang besar, tidak hanya menindak para pekerja.

"Mereka pemilik PETI yang seharusnya yang ditangkap dan diproses secara hukum terutama mereka yang memakai alat berat yang jelas-jelas merusak lingkungan," harap Daniel.

Warga lainnya Hendro Waibi dari Komunitas Olang Pulai Pencinta Alam (OP PALA) mengharapkan Pemerintah, DPRD, dan Penegak Hukum sama-sama serius dalam menuntaskan persoalan lama di Kuansing yakni aksi PETI.

"Mari sama-sama dipikirkan solusinya, ketika alam ini rusak siapa yang mau bertanggung jawab, dan Penegak Hukum jangan sampai dinilai masyarakat tebang pilih dalam menertipkan kasus PETI, kami apresiasi kinerja Polres Kuansing yang tanggap dalam menangani kasus PETI, kami minta juga yang besar diselesaikan," pungkasnya. (jek)

Penulis
: Jekha
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com