Menkominfo Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Larangan Mudik

Admin
168 view
Menkominfo Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Larangan Mudik
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate saat Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk "Jaga Keluarga, Tidak Mudik", Rabu 5 Mei 2021.

JAKARTA, datariau.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berkomitmen melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Diantaranya dengan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan mudik.

Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk "Jaga Keluarga, Tidak Mudik", Rabu 5 Mei 2021.

Menurut Menkominfo, pihaknya telah berupaya optimal menyebarkan pesan tidak mudik kepada masyarakat luas.

Sebab, ancaman mematikan wabah global COVID-19 ketika mudik senantiasa menghampiri setiap individu masyarakat di tanah air.

"Semua aktivitas kominfo telah menyiapkannya tidak saja komunikasi publik, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar merayakan lebaran dan puasa di dalam ruang digital," kata Menkominfo Johnny Gerard Plate dalam keterangan tertulisnya yang diterima datariau.com, Kamis 6 Mei 2021.

Tujuannya, lanjut Menkominfo, masyarakat dapat menaati kebijakan larangan mudik yang telah diterbitkan oleh pemerintah dalam beberapa waktu lalu.

Sehingga, setiap individu seyogyanya dapat merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah di rumah tinggalnya masing-masing.

Hal ini penting dilakukan pemerintah guna memutus rantai penyebaran wabah global di berbagai tempat di dalam negeri.

Dari kebijakan tersebut, membuktikan bahwa pemerintah tengah serius dalam mengantisipasi lonjakan kasus positif di berbagai tempat.

"Presiden memerintahkan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan tegas menyelesaikan dan memperkecil potensi penyebaran virus," katanya.

Melalui berbagai kanal komunikasi, pihaknya menyebarluaskan pesan anjuran tidak mudik kepada masyarakat secara masif.

Dari mulai media sosial (medsos), media massa, media online hingga SMS blast yang disebarluaskan kepada masyarakat guna masyarakat mengurungkan niatnya melakukan mudik.