LAM-R Kawasan: Jangan Sampai Orang Mengira Negeri ini Tak Bertuan

Samsul
132 view
LAM-R Kawasan: Jangan Sampai Orang Mengira Negeri ini Tak Bertuan

BAGANSINEMBAH, datariau.com - Kecamatan Bagan Sinembah kini sudah berusia 26 tahun, umur yang dianggap cukup matang. Jika dibandingkan dengan manusia, Bagan Sinembah sudah dianggap dewasa.

"Namun sayang, meskipun Bagan Sinembah sudah cukup umur, berbagai persoalan tetap saja tidak pernah selesai, bahkan terkesan dibiarkan, sehingga terkesan negeri ini tidak bertuan, tidak terurus," ungkap Sekretaris Kerapatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kawasan, Said Kharuddin SAg MSi.

"Berbagai permasalahan dapat kita lihat di lapangan, mulai penertiban pedagang kaki lima mulai dari depan mess Pemda sampai ke suzuya, permasalahan pedagang yang berjualan didepan pajak lama, permasalahan bongkar muat barang dijalan yang membuat terganggu arus lalu lintas," kata Said.

Ditambah lagi dengan permasalahan kendaraan yang melebihi tonase yang setiap hari hilir mudik dijalan Sisingamangaraja Jalan Wan Mhd Noor.

"Kita mendesak pihak terkait untuk mengambil sikap dan tindakan, bukankah aturan sudah ada. Perda yang mengatur tentang pedagang kaki lima sudah ada, tapi sayang Perda tinggal perda," ujarnya.

Rambu- rambu lalu lintas juga sudah terpasang, namun rambu lalu lintas tidak mampu membuat para pemilik kendaraan untuk mentaati aturan, bahkan pemilik kendaraan seakan tidak mau tau dengan rambu lalu lintas yang sudah dipasang oleh pihak dinas perhubungan.

"Menurut hemat kita, untuk apa Perda dibuat, untuk apa rambu-rambu lalu lintas di pasang kalau tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Jangan sampai ada anggapan negeri ini tidak tidak berpenghuni, tidak bertuan. Ini menyangkut marwah pemimpin, apa gunanya pemimpin kalau tidak mampu menjalankan aturan yang sudah ada, jangan sampai masyarakat beranggapan pemimpin negeri tidak punya nyali," katanya.

"Beberapa tahun yang lalu kita dari Lembaga Adat diminta oleh upika untuk memberikan pengertian kepada pedagang yang berjualan di km 1 sampai ke simpang riset. Alhamdulillah, mereka mengerti. Nah, harapan kita setelah pedagang yang kemaren kita tertibkan dilanjutkan dengan penertiban pedagang kaki lima yang berjualan di pusat kota," ungkapnya.

"Dari pantauan tim dari LAM Riau Kawasan, kita temukan ada pedagang yg membuka kios di daerah median jalan (cek didepan UB dan toko Muara jaya), ini perlu ditertibkan dan wajib dibongkar," pintanya.

"Harapan kami dari Lembaga Adat Melayu Riau Kawasan kepada pemangku negeri bekerjalah sesuai dengan aturan dan jangan pernah pilih kasih dalam melakukan penertiban," pungkas Said. (ril)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com