Kronologi Tukang Parkir Bacok Tetangga Hingga Tewas, Akui Puas dan Tidak Menyesal

Karina
61 view
Foto: beritabekasi
Ilustrasi pembacokan.

DATARIAU.COM - Seorang pria paruh baya di Surabaya tewas dibacok tetangganya. Korban tewas di lokasi kejadian di Wonosari Wetan II, Semampir.

Korban adalah Ahmad Suhadi (51). Warga Jalan Wonosari Wetan II. Korban tewas di tangan tetangganya sendiri Mat Nadin (60) Sebelum terjadi pembunuhan, mereka sempat cekcok.

Arif, Mantan Wakil Ketua RW menjelaskan kejadian itu terjadi pukul 10.00 WIB. Saat hendak dibacok, awalnya korban sempat melawan. Namun perlawanan korban tak ada artinya karena korban hanya melawan dengan tangan kosong.

"Pelaku langsung menyerang bagian lengan dan wajah. Korban sempat mau masuk ke rumahnya mungkin mau ambil senjata, tapi pelaku kembali membacoknya di bagian perut hingga ususnya keluar dan tewas di tempat," ujar Arif di lokasi, Jumat (16/10/2020).

Usai membunuh tetangganya sendiri, pelaku yang bekerja sebagai juru Parkir di Pasar Maling Wonokromo itu langsung melarikan diri ke rumah kakak kandungnya di Jalan Wonosari Wetan gang II C.

"Tadi petugas (polisi) langsung mendatangi rumah kakaknya, tapi sudah tidak ada dan kemungkinan besar melarikan diri ke Sampang, Madura," imbuh Arif.

Kapolsek Semampir Kompol Agus Ariyanto saat dikonfirmasi membenarkan pelaku pembacokan telah ditangkap.

"Sudah, sudah (ketangkap) mas, tadi malam," kata Kapolsek Agus kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (17/10/2020).

Dia menambahkan pelaku ditangkap di Pulau Madura, setelah melarikan diri usai melakukan pembacokan.

Dikutip dari memorandum.co.id, Sabtu (17/10/2020), Mat Nadin mengaku membunuh korban karena dendam lama. Dia menuding musuhnya itu sering selingkuh dengan istrinya, sehingga menyebabkan cemburu buta lalu membacoknya hingga tewas.

“Saya puas dan siap dihukum. Saya sama sekali tidak menyesal,” ucap Mat kepada wartawan di Mapolres Pebuhan Tanjung Perak, Sabtu (17/10/2020).

Dendam pelaku sudah tumbuh sejak 2019 lalu. Bermula saat ia memergoki korban berada di dalam rumah bersama dengan istrinya dan dalam keadaan pintu tertutup rapat.

“Siapa yang tidak cemburu melihat kenyataan seperti itu? Tapi saya berusaha memendam, walaupun hati ini sakit,” kata Mat.

Setelah kejadian itu, pelaku sempat cekcok dengan istrinya. Dia menuduh sang istri dan AS telah menjalin hubungan gelap, selingkuh.

“Waktu itu istri saya nggak mengaku. Tapi sebagai laki-laki saya merasa yakin mereka selingkuh,” tandas dia.

Seiring berjalannya waktu, Mat merasakan sakit hatinya semakin mendalam. Apalagi setelah dia melihat kedekatan korban dengan sang istri.

“Lelaki mana yang bisa tahan? Hati saya rasanya seperti disayat-sayat melihat itu,” ujarnya.

Puncak kejengkelannya terjadi pada awal bulan Oktober 2020, setelah untuk kesekian kalinya dia melihat istrinya dan korban semakin intim. Sehingga membuatnya ingin menghabisinya.

Terbukti, Mat memesan sebilag celurit dari kampung halamannya di Sampang, Madura. Kemudian menyimpannya di rumah. Hingga pada Jumat (16/10) pukul 10.00 WIB, Mat ketika hendak menjemput istrinya ke pasar dengan mengendarai motor, tiba-tiba pelaku datang dan sempat terjadi cekcok dengan Achmad di depan rumahnya. Hingga kemudian membacok korban dan mengenai tangannya. Kejadian ini berlangsung di depan anak korban yang masih kecil.

Dikutip dari tribunnews.com, Sabtu (17/10/2020), Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan polisi akan menjeratnya dengan pasal 338 dan atau 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.(*)

Sumber
: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5216434/tukang-parkir-pasar-maling-di-surabaya-bacok-tetangga-hingga-tewas?
loading...