Kepala Desa Tarai Bangun Terima Bantuan Ambulance dari Bupati Kampar, Begini Syarat Masyarakat yang Ingin Gunakan

Midas
245 view
Kepala Desa Tarai Bangun Terima Bantuan Ambulance dari Bupati Kampar, Begini Syarat Masyarakat yang Ingin Gunakan

TAMBANG, datariau.com - Kepala Desa Tarai Bangun Andra Maistar SSos secara resmi menerima bantuan ambulance desa yang diserahkan langsung oleh Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH, di halaman kantor Camat Tambang, Rabu (27/1/2021). Setelah resmi diserahkan, ambulance tersebut sudah bisa digunakan masyarakat untuk keperluan sosial.

"Alhamdulillah, ambulance kita terima untuk membantu masyarakat menjadi semakin mudah mendapatkan pelayanan baik kesehatan maupun saat meninggal dunia, ambulance ini hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Kepala Desa Tarai Bangun Andra Maistar SSos kepada datariau.com usai menerima ambulance.



Ditegaskan Andra, bahwa dengan adanya ambulance desa ini pemerintah desa akan mengkaji dalam pengoperasional serta biaya operasional dan biaya perawatan, karena mobil ambulance tahap ini jenis Wuling dan tidak sama seperti mobil biasanya, menggunakan sistem digital, sehingga tidak semua orang bisa mengoperasikannya, butuh sopir khusus.

"Kita akan kaji, bagaimana nanti sistemnya, terpenting ambulance ini untuk membantu meringankan beban masyarakat, ambulance harus memudahkan kita. Kalau boleh dianggarkan untuk operasional kita anggarkan, karena belum ada petunjuk dari pemerintah daerah apa boleh anggaran perawatan dan lainnya dianggarkan desa," kata Kades.



Dijelaskan Andra lagi, bahwa memang jenis mobil ambulance yang diterima Desa Tarai Bangun adalah jenis Wuling, bukan Toyota Innova sebagai mana ambulance periode tahun 2017 hingga 2019, dikarenakan adanya pengurangan dana transfer maka pada 2020 kemarin kata Andra, dana transfer Bankeu setiap desa hanya Rp325 juga, berkurang Rp75 juta dari anggaran sebelumnya Rp400 juta. Sehingga dengan anggaran segitu yang cocok untuk ambulance adalah mobil jenis Wuling yang harganya Rp309 juta.

Pada rapat bersama para Ketua RT dan juga dihadiri BPD Desa Tarai Bangun beberapa waktu lalu, Kades juga sudah melakukan musyawarah berkaitan operasional ambulance ini, disepakati biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk operasional di desa dan daerah perbatasan Kota Pekanbaru (Pemakaman UKA) cukup Rp100 ribu saja untuk biaya cuci dan bahan bakar mobil.



"Jika keluar daerah seperti ke Sumbar nanti disesuaikan jarak tempuh, jika ada kerusakan maka didiskusikan bagaimana solusinya, jika masyarakat kita yang ingin gunakan ambulance namun benar-benar miskin maka tidak perlu bayar, artinya ambulance ini bukan bisnis, namun catatan harus jelas berapa kali ambulance jalan dan berapa uang masuk, nanti petugas ambulance ini kalau perlu kita SK-kan oleh desa," kata Andra.

Ditambahkan Andra lagi, bahwa untuk masyarakat yang ingin menggunakan ambulance ini bisa langsung ke kantor desa, karena ambulance standby di Kantor Desa Tarai Bangun, sudah dibuatkan tempatnya agar aman, dengan catatan tidak bisa lepas kunci, artinya pakai ambulance harus gunakan sopir yang disediakan desa.

"Karena sistem mobil ambulance kita ini digital, perlu kemampuan khusus, tidak bisa sembarang dilepas ke semua orang. Nanti kalau bebas semua memakai, hanya sebentar mobil kita ini bisa rusak, sudah banyak kejadian, sedang jalan mobil mendadak mati tak bisa dihidupkan karena sopirnya tidak mengerti sistem mobil ini, lalu mobil ditinggal di pinggir jalan, kita tentu tak mau seperti itu, mobil ini perlu kita rawat agar bisa lama kita gunakan," pungkas Kades Andra Maistar yang selalu ramah dengan masyarakat ini. (rrm)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com