Kapolres Kuansing: Mayat Arul Ditemukan Mengapung di Sungai Kuantan

Admin
957 view
Kapolres Kuansing: Mayat Arul Ditemukan Mengapung di Sungai Kuantan
Gambar: Jekha
Jasad Arul bocah tenggelam di Pantai jai-jai Rao saat ditemukan.

KUANSING, datariau.com - Arul bocah laki-laki berusia 8 tahun yang tenggelam di Pantai Jai-jai Rao akhirnya ditemukan tim SAR dan Relawan dari Kabupaten Kuansing di aliran sungai Kuantan Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Kuantan Hilir seberang dalam keadaan tidak bernyawa, Selasa (16/2/2021).

"Sudah ditemukan anak yang tenggelam itu, tidak jauh dari TKP diperkirakan jaraknya sekitar 5 KM, pada Selasa (16/2/2021) pagi tadi," kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK kepada datariau.com, Selasa sore.

Diceritakannya, jasad Arul (8) ditemukan saat tim SAR dan Relawan melintas di aliran sungai Kuantan Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Kuantan Hilir melihat adanya mayat terapung.

“Saat Tim SAR dan Relawan melintas mereka melihat ada mayat terapung, dan langsung mendatangi serta mengangkat mayat tersebut ke tepi sungai yang telah ditunggu oleh mobil ambulance puskesmas,” paparnya.

Kini jenazah Arul sudah dibawa ke rumah duka di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah untuk disemayamkan. “Jenazah dikebumikan di pemakaman umum Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah yang dihadiri Camat Pangean, Kapolsek Pangean, Kades dan masyarakat Pangean dan Kenegrian Kari,” tutup Kapolres Kuansing.

Sebelumnya, Arul bocah laki-laki berusia 8 tahun korban tenggelam pada Ahad (14/2) siang, di Objek Wisata Pantai Jai-jai Daok, Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean. Pencarian dilakukan tim gabungan baik Polisi, Basarnas serta perangkat pemerintahan dan masyarakat setempat.

Awalnya 3 orang bocah yaitu Arul, Fajar (13), dan Faras (12) yang didampingi oleh kedua orang tantenya Rani (36) dan Aldesri (35) pergi ke objek wisata Pantai Jai-jai Raok, Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean. Lalu ketiga anak tersebut langsung menuju pantai untuk bermain pasir.

“3 anak ini asik bermain pasir di pantai itu, dan saat bermain kaki Faras terkena duri pelapah sawit, lalu ingin mencuci kakinya ke sungai, saat mencuci kakinya, tak jauh dari tempat bermain pasir korban (Arul) mengikuti Faras ke sungai batang, namun saat itu sudah dilarang oleh Fajar namun tidak dihiraukan dan Arul tetap ke sungai batang kuantan itu,” ujar Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto.

Arul yang tidak mengetahui kondisi kedalaman sungai batang kuantan itupun menjadi tenggelam dan Faras yang melihat mencoba membantu tapi ikut tenggelam juga.

“Faras yang mencoba menolong Arul jadi ikut tenggelam saat itu, beruntung Fajar yang melihat kedua temannya tenggelam di sungai, sontak membuat Fajar berteriak meminta tolong. Warga di sekitar TKP yang mendengar langsung mendatangi dan menolong korban yang tenggelam. Namun saat itu yang dapat tertolong adalah Faras,” ungkapnya.

Naas Arul bocah 8 tahun itu tidak dapat diselamatkan warga sekitar, dikarenakan korban sudah dibawa arus sungai. “Korban Arul tidak dapat diselamatkan karena terbawa arus sungai, sedangkan Faras yang diselamatkan segera dibawa ke Puskesmas Pangean untuk mendapat perawatan medis. Semoga korban bisa ditemukan secepatnya,” pungkas Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK. (den)

Penulis
: Denni France
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com