Ini Tanggapan Diskes Riau Terkait Dugaan Kasus Penipuan Oknum ASN

Datariau.com
354 view
Ini Tanggapan Diskes Riau Terkait Dugaan Kasus Penipuan Oknum ASN

PEKANBARU, datariau.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau angkat bicara terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Diskes Riau berisinial UK.

Oknum ASN Diskes Riau disebut mencatut Diskes Riau untuk memuluskan aksi penipuan yang merugikan ratusan juta masyarakat yang diiming-imingi pekerjaan sebagai tenaga kesehatan Nusantara di Riau dengan dijanjikan gaji Rp6 juta sebulan.

"Kita tidak ada proses oknum ASN tersebut karena tidak ada laporan, itu kan urusan pribadi dia mencatut nama Diskes Riau ini," ungkap Sekretaris Diskes Provinsi Riau, Ninno Wastika Sari kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Sekretaris Diskes Riau menegaskan, pihak Diskes Riau sampai saat ini belum bisa memproses karena belum ada laporan dari korban dan belum ada pemanggilan dari pihak kepolisian sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan ratusan juta mencatut nama Diskes Riau.

"Sekarang dasarnya apa kita untuk memprosesnya. Korban yang ketemu itu tidak ada membuat laporan resmi, kita tidak ada proses dan kita belum dapat panggilan dari pihak kepolisian," beber Ninno.

Ia membenarkan, oknum ASN berisial UK memang ASN Diskes Riau namun tidak menempati bidang penerimaan tenaga kesehatan Nusantara.

"Cuma dia memang pegawai disini, dia memang bawa nama dinas memang yang dipakai logo lama, ini inisiatif dia sendiri tanpa sepengetahuan Diskes Riau. Sekarang tidak ada penerimaan itu dan dia kan tidak lagi bidang penerimaan tenaga Nusantara itu, dulu dia memang disitu," pungkas Ninno.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah seorang warga Aceh bernama Maria Ulfa mengaku telah menjadi korban penipuan oleh orang bernama Yul dan oknum ASN Dinas Kesehatan Provinsi Riau inisial UK.

Kepada datariau.com Maria Ulfa menceritakan kronologis dugaan penipuan tersebut, bahwa dia diiming-imingi pekerjaan dengan gaji Rp6 juta sebulan, kemudian dia transfer uang Rp 5 juta kepada orang bernama Yul yang bertugas di RSUD Taluk Kuantan, kemudian mengenalkan Maria Ulfa kepada UK melalui WhatsApp dan Maria Ulfa berkomunikasi dengan UK tersebut.

UK mengaku dari Diskes Provinsi Riau Bidang SDA, lantas dia menyebutkan uangnya harus dilunasi sebesar Rp20 juta lagi, karena total biaya mendapatkan pekerjaan tersebut adalah Rp25 juta, sementara Rp5 juta sudah ditransfer ke Yul.

"Uang Rp20 juta saya antar ke rumahnya dengan memakai kwitansi, janjinya akan diberangkatkan tanggal 20 ke Ciloto untuk pembekalan tenaga kerja. Setelah saya cek di Web Nusantara Sehat ternyata tidak ada penerimaan tenaga kesehatan di karenakan covid," terang Maria Ulfa.

Bahkan menurut Maria Ulfa, UK juga memberikan akun palsu dan email palsu nusantarasehat88@gmail.com untuk membuat korbannya ini yakin.

"Berdasarkan pengakuan dia kepada saya bahwasanya dia bisa menempatkan tenaga kerja di seluruh Indonesia, dia menjanjikan memasukkan saya di Rumbai, untuk masalah gaji sebesar Rp6 juta," terang Maria Ulfa.

Karena tidak kunjung ada kejelasan, Maria Ulfa merasa telah ditipu dan melaporkan UK ke Polsek Tenayan Raya.

"Harapan saya uang tersebut dikembalikan karena saya sudah terlantar di sini dengan membawa keluarga saya dan anak-anak saya dari Aceh ke Pekanbaru. Janji tinggal janji aja yang saya dapatkan, tidak ada kepastian dan tidak ada itikad baik dia mengbalikan uang saya," terangnya.

Belakangan diketahui, pelaku telah melakukan transfer ke rekening korban akan tetapi tanpa ada konfirmasi sebelumnya, padahal rekening tersebut sudah tidak digunakan.

"Karena saya mau melaporkan ke Polsek, ada dikmbalikannya uang saya sebesar Rp5 juta ke rekening saya tanpa sepengetahuan saya, akan tetapi rekening yang ditransfernya itu sudah tidak aktif, artinya tidak bisa dipergunakan lagi," terangnya.

"Bahkan saya sudah melapor ke Dinas Kesehatan untuk dapat menyelesaikannya, disana kita jumpai Sekretaris dan Kepala Dinas," pungkasnya.

UK saat dikonfirmasi mengakui pernah dipanggil pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekelurgaan, sehingga ia transfer Rp5 juta kepada korban.

"Saya mengaku bersalah atas hal ini akan saya bayar. Saya sama Maria sebenarnya tidak kenal, kenalnya melalui Yul, Yul mengenalkan ke saya kepada Maria Ulfa. Yul ini adalah kawan saya, dialah yang mencari orang untuk diperkejakan di Nusantara Sehat, peran Yul hanya menjumpakan orangnya ke saya," terang UK.

UK mengaku tida ada niat untuk melakukan penipuan, karena sebelumnya memang ada penerimaan karyawan di Nusantara Sehat melalui online. Karena ada peluang, UK pun mencari calon yang akan dipekerjakan dengan meminta imbalan Rp25 juta, sebanyak 15 warga Kuansing telah mendaftar dan membayar uang tersebut.

"Per orang saya minta Rp25 juta, kebanyakan orang Kuansing sebanyak 15 orang, ada yang bayar setengah itu 1 orang, sementara yang lain sudah lunas, jadi mereka bertanya kapan keluar hasilnya, saya jawab sabar dahulu saat ini masih pandemi Covid 19," terangnya.

"Uang yang saya terima tidak sampai Rp375 juta, maksimal yang saya terima Rp300 juta, kalau pun seandainya tidak masuk akan saya kembalikan uangnya, janji saya terhadap korban akan saya kembalikan tahun ini," lanjutnya.

Berkaitan Maria Ulfa, dikatakan UK, memang dirinya telah kembalikan Rp5 juta dikarenakan uang belum cukup untuk mengganti penuh Rp25 juta. Dirinya menyayangkan persoalan itu dilanjutkan ke Polisi, padahal menurut UK, dirinya sudah ada itikad baik, bahkan akibat perkara ini, UK mendapatkan sanksi penundaan pangkat.

Berkaitan email yang disebut bodong, UK menjelaskan bahwa dirinhya memang panitia Nusantara Sehat dan dia membuat email Nusantara Sehat sendiri untuk merekomendasikan wilayah kerja di Sumatera.

Mengenai Yul, UK mengaku memang mengenalnya sebagai salah seorang tenaga medis di RSUD dan bertindak dalam kasus ini untuk perantara menghubungkan orang-orang calon korban. Bahkan menurut UK, adik Yul pun ikut menjadi korban karena ingin bekerja di Nusantara Sehat.

"Yul menurut saya adalah korban saja, saya hanya menyuruh dia cari orang, kalaupun saya masuk penjara mau bilang apa lagi, sudah kesalahan saya dan ketentuan Yang Maha Kuasa," pungkasnya. (win)

Penulis
: Windy
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com