Gubernur Riau Letakkan Batu Pertama Uji Coba Pemecah Gelombang di Desa Muntai Barat

Admin
108 view
Gubernur Riau Letakkan Batu Pertama Uji Coba Pemecah Gelombang di Desa Muntai Barat

BENGKALIS, datariau.com - Abrasi pantai di Pulau Bengkalis khususnya di sepanjang pantai bagian Utara dari Desa Prapat Tunggal sampai ke Desa Pambang Pesisir saat ini masih sangat mengkawatirkan, hal ini disebabkan letak posisinya berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Kondisi tersebut menyebabkan gelombang yang terjadi akibat bangkitan angin cukup besar yang potensial bisa menyebabkan abrasi pantai.

Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bengkalis pada acara Peletakan Batu Pertama Uji Coba Pemecah Gelombang Kearifan Lokal Desa Muntai Barat, Selasa (2/3/2021), di Pantai Wisata Raja Kecik, Kecamatan Bantan.

Pada kurun waktu 26 tahun terakhir, tambah Bagus, telah terjadi abrasi di Pulau Bengkalis dengan laju abrasi rata-rata 59 hektare/tahun, laju abrasi terparah yaitu berada di bagian Barat Pulau Bengkalis tepatnya di Desa Prapat Tunggal bagian Utara dengan laju abrasi sekitar 32,5 meter/tahun.

Di sepanjang Pesisir Pantai bagian utara yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan pada Tanjung bagian Selatan Pulau Bengkalis dengan abrasi mencapai 2-7 meter/tahun.

"Alhamdulillah, hari ini rekan-rekan dari Pemuda Melayu Peduli Lingkungan telah berinovasi dan memberikan edukasi kepada kita semua dengan memanfaatkan potensi atau kearifan lokal yang ada di Kabupaten Bengkalis yang bisa dijadikan sebagai infrastruktur pemecah gelombang," ucap Bagus.

Kemudian Bagus menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang secara teknis telah berusaha melakukan penanggulangan abrasi dengan membangun infrastruktur pengaman Pantai melalu dana APBD Kabupaten Bengkalis dengan jumlah biaya sebesar Rp 326.575.506.736 dalam kurun waktu 8 tahun.

Penulis
: Riswandi
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com